Berita Utama

HEADLINE

Nasional

Daerah

Hukum

Metropolitan

Kriminal

Politik

» » » » Buronan Korupsi BPPK Berhasil Dicokok Tim Kejari Jakarta Timur

Jakarta, BP — Kasus Korupsi pengadaan Mesin Gurinda pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (BPPK), Kejati DKI Jakarta berhasil menciduk seorang koruptor yang selama ini menjadi buronan. 

Selamat P. Siagian berhasil dicokok Tim jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dipimpin Kasie Pidana Khusus Jakarta Timur Denny Achmad SH, MH melakukan eksekusi putusan MA No.676/ k/ pid.sus/ 2015. 


Terpidana ditangkap di Daerah Gunung Putri Bogor, Jawa Barat, tanpa perlawaan Senin (15/1/18).

Kasie Penerangan Hukum Kejati DKI, Nirwan Nawawi mengatakan Selamat P. Siagian merupakan terpidana kasus korupsi pada tahun 2010 dalam kasus pengadaan Mesin Gurinda pada BPPK Kec. Duren Sawit, Jaktim senilai kontrak Rp. 2.000.800.000. 

Selamat P. Siagian diintai kejati selama 3 bulan. “Kami kesulitan penangkapan pelaku dikarenakan terpidana sering berpinda-pindah tempat tinggal,” kata Nirwan Nawawi, (15/1/18). 

Nirwan menuturkan, keberhasilan eksekusi yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga dilakukan guna mendukung upaya percepatan penuntasan perkara tindak pidana korupsi sebagaimana rekomendasi Rapat kerja Kejaksaan RI Tahun 2017. 

Dalam pengadaan proyek Mesin Gurinda tersebut terpidana meminjam bendera PT Kharisma Troposindo Makmur Abadi (KTMA). Dari pengadaan mesin gurinda tersebut, terpidana memperoleh keuntungan secara tidak wajar yang melampaui 20 persen. 

Berdasarkan hasil perhitungan BPKP, terpidana bersama Prolie (PPK) dan Ridwani Panitia Pengadaan (PP) negara telah dirugikan sebesar Rp. 726.171.835, Atas perbuatan dan tindakannya tersebut Selamat divonis 4 tahun dan 6 bulan kurungan penjara, dan uang pengganti 250jt subsider 1 tahun dan denda 200jt subsider 6 bulan. (bp-in)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama