Berita Utama

HEADLINE

Nasional

Daerah

Hukum

Metropolitan

Kriminal

Politik

Polsek Kebon Jeruk Olah TKP Kasus Perampokan Mini Market di Kebon Jeruk

Jakarta, BP -- Perampokan terjadi di Alfamart Jalan Budi Raya Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Selasa 3 Maret 2020 sekira Pukul 04.00 WIB. Pelaku terekam CCTV saat menodongkan senjata api mainan jenis korek api gas.

Kapolsek Kebon Jeruk melalui Kanit Reskrim AKP Achmad Ardhy mengatakan, kejadian terjadi Selasa tanggal 3 Maret 2020 sekitar jam 04.00 WIB. Saat itu kedua saksi sedang berjaga di Alfamart 24 jam.

Kemudian datang satu orang dengan memakai topi warna hitam dan menggunakan penutup wajah, masuk ke alfamart berpura-pura mau membeli.

Setelah di depan kasir kemudian pelaku langsung mengeluarkan senjata api dari kantong belakang dan langsung menodongkan kepada saksi, sambil berteriak serahkan Hp dan uang.

“Saksi yang merasa ketakutan hanya bisa pasrah saat pelaku menggasak uang tunai di dalam laci kasir sebesar Rp 1,4 juta,” ujar Ardhy, Selasa (03/03/2020).

Usai menggasak uang tunai, pelaku kabur dengan menyetop mobil taksi yang sedang melintas di lokasi kejadian.

Pelaku mengancam sopir taksi dengan pistolnya dan membawa kabur taksi. Tidak lama kemudian mobil taksi yang dibawa kabur oleh pelaku menabrak sparator busway di jembatan arah Tanjung Duren.

“Pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan mobil taksi. Barang bukti sebuah pistol mainan pun ikut tertinggal,” tambahnya.

Ardhy menyebutkan, pelaku yang mengenakan topi dan penutup wajah serta menggunakan senjata api mainan jenis korek api gas memanfaatkan keadaan toko saat sepi.

Pihak Kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi serta memeriksa para saksi.

“Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan. Keterangan dari saksi serta rekaman CCTV juga sebagai petunjuk awal untuk menyelidiki,” pungkasnya. (WL-IP)

Polisi Bongkar Penimbunan 350 Kardus Masker di Jakarta Barat

Jakarta, BP -- Memanfaatkan situasi kelangkaan masker di pasaran, seorang wanita muda di Tanjung Duren Jakarta Barat malah menimbun ribuan masker.

Akibatnya, wanita muda tersebut diamankan Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (03/03) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diterima, penimbunan ini dilakukan agar terjadi kelangkaan dan pelaku menjual dengan harga tinggi.

Dari informasi yang dihimpun ada sebanyak 350 kardus yang disita Polisi.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan perihal tersebut. Namun ia belum bersedia membeberkan kronologi maupun motif wanita muda yang diamankan terkait penimbunan masker.

“Nanti siang mau dirilis di Polres Jakarta Barat,” kata Yusri melalui pesan singkat. (WL-IP)

Semburan Lumpur Sempat Hebohkan Warga Dusun Karangasem

Grobogan, BP -- Akibat semburan lumpur yang disertai suara bising sempat hebohkan warga sehingga mengundang perhatian banyak orang sampai memadati halaman sekitar Panti Asuhan Yatama.

Peristiwa semburan lumpur terjadi pada hari Sabtu ( 29/2/2020 ) jam. 09.00 di halaman Panti Asuhan Yatama RT 05 RW 03 Dusun Karangasem Desa Karangayar Kecamatan Purwodadi.

Menurut penuturan warga setempat,  peristiwa semburan lumpur yang mencapai ketinggian puluhan meter bermula dari rencana pengurus Panti Asuhan Yatama mau membuat sumur bur yang akan digunakan untuk keperluan panti.

Kegiatan dimulai sejak hari Jum' at , ketika ada tanda-tanda semburan lumpur keatas dari dalam pipa meskipun beberapa meter akhirnya dihentikan dengan maksud siapa tahu akan berhenti.

Akan tetapi yang terjadi tidak berhenti justru semburan lumpur pada esoknya yakni hari Sabtu justru semakin meninggi sampai puluhan meter.

Melihat peristiwa langka tersebut banyak warga sekitar yang berdatangan untuk menyaksikan langsung serta ingin mengabadikannya melalui  HP dengan diphoto ataupun vidio.

Sehingga sampai berita diturunkan lokasi semburan lumpur masih ramai sekali menjadi tontonan warga.

Informasi secara cepat sampai diruang Bupati Grobogan, sehingga Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni SH, MM menyempatkan diri untuk melihat kejadian tersebut dilokasi.

Bupati Grobogan berpesan kepada warga sekitar dan para pengunjung agar tetap berhati - hati serta menjaga diri baik - baik

Dan dalam waktu dekat pihak ESDM Propinsi Jateng akan meneliti ke lokasi semburan lumpur tersebut untuk ditelili ada tidaknya unsur yang berbahaya dari semburan sumur tersebut. (Puji Daryana)

Karena Iba, Wartawan Korban Pengeroyokan Akhirnya Berdamai

Mapolsek Cengkareng Jakarta Barat
Jakarta, BP -- Benar bahwa korban pengeroyokan terhadap wartawan bernama Yohanes Riadi atau yang akrab disapa Yori telah berdamai dengan pihak pelaku, hal ini dilakukannya semata-mata karena kemanusiaan.

“Karena kemanusiaan, saya iba dengan pihak keluarga korban yang masih memiliki anak yang masih kecil-kecil,” kata Yohanes Riadi di Jakarta, Rabu (26/2/2020).


Ia menjelaskan jika upaya damai itu terjadi pada tanggal 4 Februari 2020 lalu di Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat.

“Awal bulan, sekitar tanggal 4 Februari lalu saya beritikad damai dengan pihak pelaku. Tentu dengan disaksikan oleh Kanit, Panit dan anggota Reskrim Polsek Cengkareng,” jelasnya.

Dalam kesepakatan damai tersebut dari pihak Polsek Cengkareng bertindak hanya sebagai saksi dan penengah jika benar bahwa kasus pengeroyokan itu dianggap sudah selesai dengan cara kekeluargaan.

“Pihak Polsek jadi saksi dan penengah, seperak pun saya tidak memberikan mahar kepada pihak-pihak yang menangani kasus saya tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri menjelaskan jika pihak pelaku dan korban pengeroyokan telah berdamai dan dengan demikian laporan secara resmi dicabut.

“Sudah berdamai, itu atas permintaan korban. Jadi bukan karena desakan dari pihak manapun,” jelas Khoiri di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, korban Yohanes Riadi yang merupakan wartawan Tribrata News dikeroyok delapan pemuda di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat pada Rabu (29/02/2020) lalu.(WL-IN)

Geram, Warga Kedaung Kaliangke Minta Sudin LH Jakbar Tak Hanya Janji Manis soal Toilet Mobile

Ilustrasi
Jakarta, BP -- Warga Kedaung Kaliangke, Cengkareng Jakarta Barat, khususnya RW 05 kesal dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Barat.

Kekesalan itu disebabkan petugas yang lamban mengirimkan toilet mobile yang sangat diperlukan saat banjir yang menggenangi sebagian rumah warga, hingga sulit cari toilet untuk BAB, karena toilet warga yang ada pada terendam.

Padahal Rustam Efendi selaku Walikota Administrasi Jakarta Barat sudah perintahkan, untuk segera kirim toilet mobile yang dikeluhkan warga lewat media.

Dengan sigap Rustam Efendi langsung menjawab lewat WhatsApp dari keluhan warga ke Maryanto, selanjutnya dia perintahkan pada suku dinas LH Jakarta Barat.

Maryanto selaku ketua RW 05 Kelurahan Kedaung Kaliangke, membenarkan saat dikonfirmasi dengan media.

“Waktu itu pernah akan dikirim toilet mobile dan dia langsung sosialisikan ke warganya, tapi yang di tunggu nihil,” kata Maryanto, Rabu (26/02/2020).

Dirinya menambahkan, padahal petugas LH sudah konfirmasi ke saya akan di kirim toilet mobile, dan di janjikan akan dikirim Selasa sore, tapi toilet itu akan dikirim Rabu jam 10 pagi, sedang warga saya yang mengungsi sebagian sudah balik ke rumah karena rumahnya sudah bisa di huni.

“Dan akhirnya saya tolak toilet itu, buat apa dikirim warga saya sudah gak ada di pengungsian, warga saya butuh sejak kemarin, saya dan warga kecewa dengan lambannya petugas Lingkungan Hidup Jakarta Barat,” tandasnya. (WL-IN)

Lagi, Seorang Publik Figur Ditangkap Karena Terjerat Narkoba


Jakarta, BP -- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali menangkap seorang publik figur artis FTV berinisial AN alias VS di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Utara.

Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

“Iya benar seorang artis perempuan AN ditangkap bersama teman prianya di apartemen di kawasan Jakarta Utara,” Kata Audie, Rabu (26/02/2020).

Sementara, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona siregar menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka AN berdasarkan laporan masyarakat adanya penyalah gunaan narkoba di sebuah apartemen tersebut.

Mengetahui adanya laporan tersebut, Satres Narkoba yang dipimpin oleh Kanit 2 AKP Maulana Mukarom melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka AN bersama teman prianya.

“Tersangka ini disamping artis FTV, juga seorang model. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif,” katanya. (Wl-IN)

Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal, Jenazah Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Ilustrasi

Semarang, BP — Pasien suspect corona meninggal dunia setelah dirawat di RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2020).

Namun, pihak rumah sakit menyebut meninggalnya pasien itu bukan karena positif virus corona, melainkan karena gangguan napas berat.

Saat hendak dimakamkan, tubuh jenazah dibungkus plastik.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Semarang Agoes Oerip Poerwoko mengatakan, proses pemakaman pasien yang meninggal sudah sesuai prosedur.

“Pada saat memandikan jenazah pasien, petugas memakai alat pelindung diri dari baju, masker, kacamata, topi sesuai prosedur. Area jalan ke kamar mayat juga kita bebaskan. Lalu jenazahnya diberi penutup terbungkus plastik untuk memastikan agar tak menular ke keluarganya,” kata Agoes saat diwawancarai di rumah sakit, Rabu (26/2/2020).

Pasien itu baru pulang ke Indonesia usai perjalanan dari Spanyol dan transit di Dubai.

Pasien tersebut kemudian menjalani perawatan di ruang isolasi ICU RSUP Kariadi.

Selain WNI yang meninggal dunia, RSUP Kariadi juga sempat merawat dua pasien lainnya sucpect virus corona.

Dari dua pasien itu, satu di antaranya warga negara Jepang dan satu lainnya adalah WNI yang baru pulang dari luar negeri.

Kedua pasien tersebut kini sudah diperbolehkan pulang karena tidak terinfeksi virus corona.

Sejak Januari 2020, RSUP Kariadi sudah menangani 23 pasien yang terindikasi virus corona.

Empat di antaranya merupakan warga negara China, Jepang, dan Korea.

Dari total 23 pasien, 10 pasien merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang merujuk pada gejala klinis.

Sementara 13 pasien merupakan orang dalam pemantauan (ODP) dan sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, RSUP Kariadi baru saja menangani satu pasien baru lagi yang dirawat di ruang isolasi yang datang pada Senin (24/2/2020) kemarin dan masih dalam pengawasan. (RF-KC)

Kasus Perusakan AEON Mall, Polisi Tetapkan 8 Tersangka


Jakarta, BP — Polisi menetapkan delapan tersangka atas kasus perusakan fasilitas umum AEON Mall Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, delapan tersangka itu merupakan warga Kelurahan Cakung yang tinggal di sekitar AEON Mall.

Mereka terbukti terlibat dalam perusakan AEON Mall sehingga dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap Barang secara Bersama-sama.

“Inisial mereka yang terbukti melakukan perusakan adalah AW, SA, HR, AB, IF, DA, AAS, FAS,” kata Yusri saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, polisi juga mengamankan 16 orang lainnya yang berstatus sebagai saksi. Para tersangka tengah menjalani pemeriksaan guna mengetahui auktor intelektualis di balik penyerangan pusat perbelanjaan itu.

“Pelaku yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Jakarta Timur,” kata Yusri.

Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur sebelumnya mengamankan para terduga pelaku di masing-masing kediamannya yang masih termasuk wilayah Kecamatan Cakung.

Polisi kemudian mencocokkan wajah mereka dengan rekaman CCTV di AEON Mall JGC.

“Rata-rata pelakunya di bawah umur, yang terakhir kita amankan masih kelas 2 SMP,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo.

Berawal dari Emosi Warga Terdampak Banjir Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Hery menuturkan, mereka hanya ikut-ikutan saat rombongan warga mendatangi AEON Mall JGC.

Namun, saat situasi memanas, terjadi perusakan toko dan pintu palang parkir, serta aksi corat-coret konten pornografi pada AEON Mall JGC.

“Mereka melihat kerumunan massa yang berjalan, kemudian mereka ikut. Namun, untuk lebih lengkapnya nanti kita lakukan pemeriksaan terlebih dulu,” tuturnya. (RNV-KC)

Anggota PPSU di Cempaka Putih jadi Korban Begal

Ilustras
Jakarta – Anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cempaka Putih Timur bernama Sunin menjadi korban begal di Jalan Raya R Suprapto, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu (26/02/2020) pagi. 

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung korban.

Kapolsek Cempaka Putih Jakarta Pusat Kompol Sutrisno ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. 

Sutrisno mengatakan, kejadian yang dialami korban terjadi pada Rabu pagi, saat itu korban sedang melakukan tugasnya sebagai anggota PPSU Kelurahan Cempaka Putih Timur. 

“Iya benar kejadiannya tadi pagi, anggota sudah olah TKP. Masih kita selidiki,” katanya.(In/mw)

Antisipasi tindak kriminalitas di Kecamatan Tambora, Aiptu Sriyono Beri Imbauan Kamtibmas

Aiptu Sriyono saat berbincang dengan warga sembari memberikan imbauan kamtibmas.
Jakarta, BP -- Antisipasi tindak kriminalitas di Kecamatan Tambora, khususnya di Kelurahan Angke, Bhabinkamtibmas Kelurahan Angke, Aiptu Sriyono memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Rabu (26/2). 

Imbauan yang diberikan ke masyarakat berupa slogan stop tawuran, stop premanisme, stop narkoba, stop pencurian.

Imbauan yang diterima awak media menerangkan tentang hukum dari tindak pidana kriminal. 

Ia berpesan, jauhi segala tindak kriminal agar tidak terjerat hukum.
“Mari kita jauhi tindakan kriminal, karena bisa terjerat hukum, dan tindak kriminal juga dapat merugikan orang lain,” ujar Aiptu Sriyono. (mw)

Delapan Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Satpas SIM Dikabarkan Bebas

Satpas SIM, Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat
Jakarta, BP -- Delapan pelaku pengeroyok wartawan Tribrata News, Yohanes Riadi, yang sempat ditangkap unit reskrim Polsek Cengkareng Jakarta Barat dibebaskan karena dikabarkan sudah ada perdamaian dengan korban.

“Iya benar, korban dan para pelaku sudah berdamai,” kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H Khoiri melalui keterangan tertulis, Selasa (25/02/2020).

Sebelumnya diberitakan, korban Yohanes Riadi yang merupakan wartawan Tribrata News dikeroyok delapan pemuda di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat pada Rabu (29/02) lalu

Kini, delapan pelaku pengeroyokan bisa menghirup udara bebas setelah korban mencabut laporan. (WL-IN)

Video "Penyiksaan" Remaja Dituduh Mencuri di NTT Viral di Media Sosial

Kupang, BP -- Noviana Baru (16), remaja warga Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dianiaya Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau, hingga nyaris tewas.

Video penyiksaan itu viral setelah akun Phutra Mountain mengunggah videonya ke Facebook. Dalam video tersebut, Noviana diikat kedua tangannya dan digantung. Nampak salah seorang pemuda bertubuh kekar dan tinggi menghujam pukulan ke wajah korban berkali-kali.

Sementara korban dalam kondisi tak berdaya karena masih dalam posisi terikat. Aksi main hakim sendiri ini diduga di pimpin oleh sang kepala desa dan sejumlah warga yang disaksikan oleh keluarga korban dan warga desa setempat.

Menurut informasi yang didapat media, peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu malam (16/10/19), dan berlangsung hingga pagi harinya. Sumber lain menjelaskan, penganiayaan itu dipimpin Kades Babulu Selatan, Paulus Lau dan Margareta Hoar lantaran korban tidak mengakui perbuatannya.

Rupanya korban tidak saja dianiaya, diikat dan digantung namun korban juga distrom aliran listrik terlebih dahulu lantaran tidak bersuara saat dipaksa mengaku mencuri perhiasan milik warga.

Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyiksaan tersebut. Menurut dia, laporan keluarga korban sudah diterima sejak Sabtu (26/10) oleh Polsek Kobalima. Pihaknya akan berjanji akan mengungkap kasus tersebut.

"Sementara masih pengambilan keterangan secara intensif untuk membuat terang peristiwanya," katanya. (Red)

Sumber: indikasinews.com

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91

Jakarta, BP -- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 tahun 2019, jajaran Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya menggelar upacara bendera di halaman Mapolres Jakarta Barat, Senin (28/10/19).

Upacara yang digelar di halaman Kantor Polres Jakarta Barat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi SIK MH dan turut dihadiri segenap pejabat utama, serta Kapolsek beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Kombes Hengki yang membacakan amanat serentak dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengungkapkan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, kepada tokoh pemuda Tahun 1928, yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor Pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” ucapnya.

Lebih lanjut, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini mengusung tema “Bersatu Kita Maju” dimana tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam amanatnya pun berpesan kepada para pemuda agar dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif.

“Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia,”katanya.

Adapun dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 diwarnai dengan pembacaan teks Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta pembacaan sumpah pemuda 1928. (WL-IN)

Keluarga Korban Dugaan Pemerasan Minta Polda Jabar Tindak Tegas Oknum Polisi "Pembeking" Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia

Bogor, BP -- Penangkapan terduga penyalahguna narkoba yang dilakukan pihak Kepolisian Resort Bogor diduga menyalahi prosedur dan batal demi hukum.

Pasalnya tanpa adanya surat pemberitahuan penangkapan kepada keluarga, ketiga warga yg bernama Ivan Nauri, Iyan Fathurudin dan Dedie Prayoga tiba-tiba dijebloskan ke panti rehab di Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia.

Berita acara yang diperlihatkan kepada media dan kuasa hukum ketiga warga tidak bernomor dan tidak dibunuhi tanda tangan dan stempel resmi dari pihak kepolisian.

Bahkan menurut kuasa hukum ketiga warga bernama Ivan Nauri, Iyan Fathurudin dan Dedie Prayoga, pihaknya selaku kuasa hukum tidak diberikan berkas-berkas yang membuat klienya bisa direhabilitasi di yayasan tersebut.

"Kami datang tidak diberikan berkas tidak lengkap yang berkaitan dengan klien kami yang tiba-tiba berada di yayasan ini untuk direhab," jelas Fachri, SH, Rabu (16/9), dikutip indikasinews.com

Pihaknya menyayangkan sikap yayasan yang tidak kooperatif terhadap kuasa hukum kliennya.

"Sangat disayangkan sekali pihak yayasan terkesan tidak kooperatif kepada kami," lanjut Fachri.

Hasil Test Urine Negatif

Keterangan dari pihak keluarga ketiga orang keluarganya tersebut, hasil test urine negatif.

"Padahal Jelas-jelas, Si Egi mpok nya si Iyan lihat hasil tes urinenya negatif," ujar Asep, paman salah seorang warga tersebut.

Pemerasan Bermodus Penangkapan

Menurut informasi yang dihimpun indikasinews.com, pihak keluarga dari ketiga warga tersebut tidak pernah menerima surat pemberitahuan penangkapan oleh anggota Polres Bogor terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

"Saya tidak pernah mengetahui ada surat pemberitahuan penangkapan kepada kami selaku keluarga," ujar Asep, paman dari salah seorang warga tersebut.

Asep menyayangkan sikap kepolisian yang tiba-tiba mengirim keluarganya ke Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia dengan dugaan penyalahgunaan narkoba. Bahkan menurutnya ketiga orang tersebut dipaksa untuk menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka menggunakan narkoba.

"Yang saya tahu, saudara saya itu tidak mengakui menggunakan narkoba, apalagi yang saya tahu kalau pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti narkoba pada mereka (ketiga warga-red)," lanjut Asep menerangkan.

Ia merasa kalau yang dialami keluarganya ini diduga menjadi korban pemerasan bermodus penangkapan.

"Dari informasi keluarga saya yang lain, pihak yayasan melakukan negosiasi agar ketiga orang tersebut bisa dikeluarkan dari yayasan. Mulai dari Rp30 juta hingga turun Rp17juta," tandas Asep.

Apa yang dilakukan Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia ini sepertinya menyalahi prosedur penerimaan penyalahguna ataupun pecandu narkoba. Malah pihak yayasan terkesan menutup-nutupi kejadian ini.

"Saya dan keluarga bersama kuasa hukum ditolak masuk untuk menemui keluarga kami yang ditahan di yayasan tersebut. Malah kami disuruh menemui kuasa hukum yayasan," terang Asep.

Padahal, lanjut Asep, urusannya dengan kuasa hukum yayasan apa? Apakah segala sesuatunya di yayasan tersebut diurus oleh kuasa hukum mereka.

"Biasanya kalau urusan informasi itu adanya di kehumasan atau bagian lainnya, kenapa harus menemui kuasa hukum mereka," kata Asep saat dirinya ditolak masuk ke dalam yayasan tersebut bersama kuasa hukum.

Asep berharap Polda Jawa Barat untuk menindak tegas oknum polisi di Polres Bogor yang diduga menyalahi prosedur dan diduga ada kerjasama "membekingi" Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia agar tidak ada lagi korban-korban "pemerasan" yang berikutnya dengan dalil rehabilitasi narkoba di Yayasan Bersama Tumbuh Indonesia, harap asep. (red)

Sumber: indikasinews.com

#poldajabar
#Mabespolri