Berita Utama

HEADLINE

Nasional

Daerah

Hukum

Metropolitan

Kriminal

Politik

Pemuda Pancasila Jakbar Semprot Disinfektan dan Bagikan Sembako di 2 Kecamatan

Jakarta, BP -- Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Administrasi Jakarta Barat bekerja sama dengan Indika Foundation dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar aksi penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga dan tempat ibadah, serta membagi-bagikan sembako di Kecamatan Kalideres dan Kecamatan Cengkareng.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri langsung Ketua Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Administrasi Jakarta Barat Hendra Joshua, Sekretaris Cabang Ratona dan jajarannya.

Ketua Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila Jakbar Hasanudin (Bob Hasan) mengatakan, bahwa penyemprotan disinfektan dilakukan dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kota Jakarta Barat.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan kita dan juga untuk menujukan kepedulian bahwa MPC PP Jakbar ikut prihatin atas kondisi saat ini,” jelas Bob Hasan, Sabtu (25/7/2020).

Lanjutnya, selain melakukan penyemprotan disinfektan, Gugus Tugas Covid-19 MPC Jakbar juga membagi-bagikan paket sembako dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan penyebaran virus Covid-19.


Bob Hasan menyebutkan beberapa tempat di Kecamatan Kalideres yang disambangi berada di wilayah Kelurahan Kalideres yaitu Komplek Kodam. Sedangkan di Kecamatan Cengkareng yakni Cengkareng Barat.

“Setiap kecamatan kami membagikan langsung bingkisan sembako ke masing-masing ketua PAC yang benar-benar membutuhkan, melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga, tempat ibadah.. Kami juga memberikan edukasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Lanjut Bob Hasan “Kegiatan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako akan dilakukan kembali besok minggu, (26/7/2020) di Kecamatan Tambora dan Kecamatan Grogol Petamburan,” tandasnya. (Andi-Nano).

Gugus Tugas Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila Resmi DiLepas Wali Kota Jakbar

Jakarta, BP-- Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila -Indika Foundation dan BNPB melakukan penyemperotan desinfektan dan pembagian bansos di kecamatan cengkareng dan kalideres, Sabtu (25/7/2020).

Dalam pelaksanaan kegiaatan Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila -Indika Foundation dan BNPB dimulai dan di buka langsung oleh walikota Rustam Efendi sebagai titik awal mulainya gugus tugas.

Wali kota Jakarta Barat sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila -Indika Foundation dan BNPB dalam penyemperotan desinfektan ditempat umum.

“Alhamdulillah, Pemuda Pancasila Jakarta Barat berkontribusi terhadap pembasmian covid-19, mereka melakukan konvoi untuk penyemperotan desinfektan ditempat umum yang ada di Jakarta barat antara terminal, mal dan juga masjid-masjid,” Ungkap wali kota rustam effendi.

Usai pelepasan kegiatan di halaman Walikota Jakarta Barat Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila -Indika Foundation dan BNPB berkonvoi menuju Kodim 05/03JB dan Polres Jakarta Barat.


Dandim 05/03 JB Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Gugus Tugas Cabang Jakarta Barat Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila -Indika Foundation dan BNPB.

“ Kami sangat mendukung serta mengapresiasi kegiatan Gugus Tugas Rerawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila ini,” ujar Dandim.


Di hari yang sama Wakapolres Jakarta Barat Rusdy Pramana, SIK juga mendukung kegiatan Gugus Tugas Gugus Tugas Rerawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila.

“Siap mendukung kegiatan Gugus Tugas Relawan Task Force Kemanusian Covid-19 Pemuda Pancasila Jakarta Barat, selalu melakukan protokol kesehatan dan tertib ber lalulintas. Ungkap wakapolres.

Hendra Jushua selaku Ketua Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Jakbar mengugkapkan kepada Bhayangkarapers.com “Kita membawa sejumlah 500 paket bansos dan juga untuk penyemprotan desinfektan di titik-titik setiap PAC 8 kecamatan,” ujarnya.

Hendra Jushua menambahkan “ Kegiatan Pemuda Pancasila Jakarta Barat untuk masyarakat , dan juga pemuda pancasila ada gugus tugasnya untuk mensosialisasikan covid-19 kepada masyarakat,” Tandasnya. (Andi-Nano)

Salahgunakan KJP, Agus Ramdani: Cabut!

Ilustrasi
Jakarta, BP -- Penyebaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) sampai saat ini memang telah membantu banyak warga Jakarta. Namun sayangnya masih ada penyelewengan fungsi KJP di masyarakat, salah satunya di wilayah Kalideres Jakarta Barat.

Baca: Polsek Kalideres Sita Ratusan KJP dari Renternir, Ketum PPWI: Harus Diusut Tuntas


Diketahui, Kepolisian Sektor (Polsek) Kalideres, Jakarta Barat, telah menyita ratusan Kartu Jakarta Pintar yang diduga selama ini digadaikan oleh para orang tua/wali siswa penerima bantuan KJP dari Pemerintah ke rentenir.

Menyikapi hal itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat 1, Agus Ramdani ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti adanya informasi penyalahgunaan KJP tersebut.

“Baik pak terima kasih infonya, kami akan segera berkoordinasi dengan P4OP Dinas Pendidikan. Sesuai aturan akan dicabut terkait penyalahgunaan KJP tersebut,” katanya, Kamis 25 Juni 2020.

Berdasarkan informasi yang didapat, Polsek Kalideres telah menyita sekitar 500 KJP yang digadaikan warga ke rentenir.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian.(ind/WL)

Polsek Kalideres Sita Ratusan KJP dari Renternir, Wilson Lalengke: Harus Diusut Tuntas

Ilustrasi
Jakarta, BP -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kalideres, Jakarta Barat, telah menyita ratusan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diduga selama ini digadaikan oleh para orang tua/wali siswa penerima bantuan KJP dari Pemerintah ke rentenir. Hal itu terungkap pada temu silahturahmi team PPWI dengan Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet, R, SH, MM di Mapolsek Kalideres, Rabu, 24 Juni 2020, siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab di lantai 2 Mapolsek Kalideres, Jl. Daan Mogot Km 16 Jakarta Barat itu, hadir dari team PPWI yakni Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Robiansyah dari Media KPK, dan beberapa rekan lainnya. Terlihat juga hadir penasehat hukum PPWI, Dolfie Rompas, S.Sos, SH, MH.

Selain untuk bersilahturami dengan pihak Polsek Kalideres, kunjungan PPWI yang diterima langsung oleh Kapolsek Kompol Slamet juga dimaksudkan untuk mengkonfirmasi informasi terkait isu praktek illegal pegadaian KJP oleh oknum orang tua/wali murid di wilayah hukum Polsek Kalideres. Sebagaimana diketahui, pada 11 Juni 2020 lalu beberapa anggota PPWI pengelola media online Bidikfakta.Com melakukan silahturahmi lebaran ke Ketum PPWI di Sekretariat Nasional PPWI, di bilangan Slipi-29, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Pada pertemuan silahturahmi lebaran ini, rekan-rekan PPWI tersebut menyampaikan informasi terkait dugaan praktek penyalahgunaan KJP yang digadaikan ke oknum rentenir yang beralamat di Jl. Manyar, RT 002 RW 015 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tidak kurang dari 200 buah KJP dipegang sebagai barang bukti praktek illegal tersebut yang didapatkan dari oknum rentenir, berinisial TA. Barang bukti tersebut sedianya akan segera disampaikan atau dilaporkan ke Kejaksaan sebagai temuan media di lapangan.

Kini ke-200 KJP dimaksud telah disita oleh aparat di Polsek Kalideres. Dari informasi yang dihimpun, polisi juga sudah menyita barang bukti fisik KJP lainnya dari TA sejumlah lebih-kurang 300 buah. Jadi total KJP yang digadaikan warga ke rentenir tersebut adalah 500 buah.

Penyitaan barang bukti KJP yang digadaikan ini dibenarkan oleh Kompol Slamet. “Barang buktinya ada di penyidik,” katanya singkat kepada Wilson dan kawan-kawan.

Merespon fenomena penggadaian KJP tersebut, Wilson Lalengke mengaku sangat prihatin dan menyayangkan hal ini terjadi. “KJP itu merupakan instrument yang digunakan Pemerintah dalam mendorong percepatan pencerdasan bangsa. Melalui bantuan biaya pendidikan, termasuk dana pembelian ransum untuk peningkatan gizi anak didik, kita berharap setiap anak Indonesia tidak terkendala dalam menempuh pendidikannya. Namun, ketika dana KJP bulanan justru dialihkan kepada orang lain, maka maksud Pemerintah memberikan KJP akan sangat sulit terwujud,” jelas Wilson Lalengke yang juga merupakan pengamat dan praktisi pendidikan ini.

Oleh karenanya, lanjut Wilson, dirinya berharap agar Pemerintah, baik pusat maupun daerah, melakukan monitoring dan evaluasi yang ketat terhadap penggunaan KJP di lapangan. “KJP yang disalahgunakan, seperti kasus KJP digadaikan ke rentenir, harus dihentikan atau dicabut. Ini penting agar uang negara tidak sia-sia akibat disalahmanfaatkan oleh orang tua/wali murid maupun para penadah KJP tersebut,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Ia juga menyarankan kepada pihak aparat kepolisian agar bekerja profesional dan komprehensif dalam menangani perkara pelanggaran perundangan yang dilakukan oleh oknum masyarakat, terutama yang terkait dengan penyalahgunaan anggaran negara. “Kegiatan gadai-menggadai KJP itu jelas merupakan penyalahgunaan uang negara, yang seharusnya untuk pendidikan anak-anak tapi digunakan untuk memperkaya rentenir. Ini dapat dikategorikan sebagai perilaku koruptif, mengambil uang rakyat dan memanfaatkannya tidak sesuai dengan peruntukkannya. Polsek Kalideres yang sudah mengantongi barang bukti penyalahgunaan KJP itu semestinya mengembangkan kasus tersebut dan memprosesnya sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Wilson penuh harap. (APL/WIL-Red)

Tempat Tinggal John Kei Masih Dijaga Aparat Kepolisian

Bekasi, BP -- John Kei bersama anak buahnya ditangkap aparat gabungan dari Polda Metro Jaya semalam sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya Perumahan Tytyan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Polisi yang menangkap berjumlah ratusan membawa senjata laras panjang.

Berdasarkan pantauan media, lingkungan tempat tinggal John Kei hingga pukul 12.00 WIB masih dijaga aparat kepolisian bersenjata lengkap. Tampak tiga orang polisi berseragam berdiri di depan rumah John Kei. Adapula mobil polisi jenis minibus.

Untuk menuju ke kediaman John Kei, bisa menggunakan dua akses dari jalan utama perumahan. Tetapi, satu akses sudah ditutup portal. Hanya satu dibuka sebagai akses penduduk setempat. Warga setempat memilih tak berkomentar perihal penangkapan John Kei.

"Enggak mau ikut campur, jadi enggak mau komentar," kata R ketika ditemui media, Senin (22/6).

Berdasarkan keterangan polisi, penangkapan John Kei bersama anak buahnya adalah buntut penyerangan yang dilakukan di Jakarta Barat pada kemarin siang. Seorang korban dilaporkan tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya yaitu ER. Tak lama kemudian kelompok John Kei menyerbu rumah Nus Kei. (EK-MC)

Polisi Sita Puluhan Senjata Tajam di Markas John Kei

John Kei
Jakarta, BP -- Polisi menyita sejumlah senjata tajam di markas kelompok John Kei di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 20.15 WIB.

Sebelum itu, John Kei dan 24 orang lainnya ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus penyerangan dan penganiayaan di dua lokasi berbeda, yakni Green Lake City (Cipondoh, Tangerang Kota) dan Cengkareng (Jakarta Barat).

"Barang bukti yang diamankan di TKP adalah 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2020).

Hingga Senin pagi, John Kei dan 24 orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Namun, sejauh ini Yusri belum mengungkap motif penyerangan dan keterlibatan John Kei atau anak buahnya.

"Ini biar lengkap dulu semuanya. Kami masih melakukan pemeriksaan, biar ketahuan perannya masing-masing apa sih mereka, masalahnya apa sih, masih didalami," ungkap Yusri.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penyerangan dan penganiayaan terjadi hampir bersamaan di dua lokasi berbeda pada Minggu siang.

Penyerangan dan penganiayaan itu dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di Green Lake City, Tangerang Kota dan Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.

Dalam video lainnya, terlihat petugas sekuriti (satpam) menutup pintu gerbang. Namun, gerbang tersebut diterobos mobil.

Sementara itu, polisi menyebut seorang pria berinisial Yustus Corwing (46) tewas dibacok di Jalan Raya Kresek, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban yang sedang mengendarai sepeda motor dihadang oleh lima orang tak dikenal.

Kelimanya diketahui membawa senjata tajam jenis parang. Kemudian, mereka menyerang korban hingga korban terkena sabetan senjata tajam. Korban masih berusaha kabur dari serangan para pelaku, namun kelima pelaku terus mengejarnya.

Korban pum berhasil ditangkap oleh para pelaku hingga dibacok dan dilindas menggunakan mobil.

Selanjutnya, para pelaku melarikan diri. Sementara itu, korban tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Puri Kembangan, Jakarta Barat. (IM-KC)

Jenazah Pelaku Penyerangan Rombongan Polres Karanganyar Ditolak Dimakamkan di Madiun

Ilustrasi

Jateng, BP -- Jenazah pelaku penyerangan rombongan polisi Polres Karanganyar ditolak dimakamkan di daerah asalnya di Madiun, Jawa Timur. Polisi kemudian memilih memakamkan pelaku bernama Karyono Widodo itu di Semarang, Jawa Tengah.

Setelah jenazah teridentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI), Polda Jawa Tengah kemudian menyerahkan ke perwakilan keluarga pelaku. Penyerahan dilakukan Direktur Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Wihastono Yoga Pranoto. Sementara keluarga diwakili adik pelaku, Rohman Budi Santoso.

Namun keluarga selanjutnya memberikan mandat pada kepolisian untuk memakamkan pelaku di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

"Ada informasi dari Direktur Intelijen Jatim ada penolakan dari sana (Madiun)," kata Wihastono di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng di Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/6).

Wihastono mengatakan, dengan alasan kemanusiaan, polisi selanjutnya membantu keluarga untuk memakamkan jenazah Karyono di Semarang.

Sementara itu adik Karyono, Rohman Budi Santoso mengatakan kakaknya tersebut jarang berinteraksi dengan keluarga dan tertutup.

Sepengetahuan dirinya, Karyono pernah dipenjara di Mako Brimob sebelum dipindahkan ke penjara di Sumatera. Karyono baru bebas tahun lalu.

"Itu info dari dia, orangnya terlalu tertutup," kata Rohman.

Penyerangan Berencana

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Iskandar Fitriana mengatakan, pelaku diduga sudah merencanakan aksi penyerangan.

Dari keterangan sejumlah warga, pelaku terlihat dua kali berjalan lalu-lalang di area Pos masuk Gunung Lawu. Namun warga saat itu menduga pelaku salah seorang pencinta alam.

"Ada beberapa warga yang sempat melihat pelaku lalu-lalang mondar-mandir di area Pos masuk, yang juga TKP kemarin," kata Iskandar.

Karyono menyerang rombongan polisi Polres Karanganyar kemarin di lereng Gunung Lawu. Wakapolres Karanganyar Komisaris Busroni sempat dikejar pelaku menggunakan pisau yang dibawanya.

Sopir Busroni, Brigadir Dua Hanif Ariyono yang menghalangi aksi pelaku terluka di leher dan punggungnya.

Pelaku kemudian dilumpuhkan dengan tembakan. Karyono tewas di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar karena kehabisan darah.(DMR/SUR-CCNI)

Polres Tapteng Beri Bantuan Sembako Bagi Warga Desa Sipan

Tapteng, Bp -- Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) memberikan bantuan berupa sembako bagi warga yang tergolong kurang mampu dan berpenghasilan rendah di Desa Sipan, Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (21/4/2020).

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat menyebut, kegiatan pemberian bansos tersebut, langsung diserahkan oleh Kapolres bersama dengan Pejabat Utama serta personil Polres Tapteng.

“Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB, diserahkan kepada warga kurang mampu yang berada di Desa Sipan, Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Sinurat.

Sementara, jumlah yang menerima bansos berupa sembako itu sebanyak 12 KK, yang masing-masing menerima 2 karung beras 5 Kilogram.

“Ada 12 KK yang menerima bansos tersebut, dan giat berakhir pukul 12.00 WIB,” jelasnya. (YS)

Memutus Penyebaran Covid-19, Polres Tapteng Dirikan Pos Pam

Tapteng, BP -- Ditengah larangan mudik, demi memutus rantai penyebaran virus corona disease (covid-19), Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), tetap mendirikan Pos Pengamanan (Pos Pam) Idul Fitri 1441 H tahun 2020.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, SH, SIK, MH didampingi Kasat Intelkam AKP Trio Romi Manik, SH, Kasat Lantas AKP Nasrul, S.Kom, SIK, Kasie Propam Iptu Dela Antomi, SH dan Kanit Regident IPda I. E. Simatupang, SH, juga melakukan peninjauan kesiapan Pos Pengamanan tersebut, Rabu (29/4).

Pos Pam pertama dikunjungi yaitu berada di Pos Lantas Pandan dengan petugas sebanyak 15 orang. Kemudian Pos Pam yang berlokasi di Pemandangan Pantai Hajoran Kecamatan Pandan dengan petugas sebanyak 15 orang.

Kapolres, melalui Paur Subbang Humas, Ipda. JS. Sinurat mengungkapkan, tujuan mendirikan Pos Pam adalah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat jelang hari raya Idul Fitri.

“Kami lakukan peninjauan kesiapan sekaligus memberikan instruksi kepada petugas jaga, supaya melaksanakan tugas dengan baik demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif terlebih dalam kondisi pandemi virus corona saat ini,” jelas Sinurat.

Kapolres Menjelaskan, pelaksanakan kegiatan Pos Pam Idul Fitri1441 H tersebut dilaksanakan, terhitung sejak tanggal 24 April 2020 sampai dengan tanggal 30 Mei 2020. Dan ia mengimbau untuk tidak mudik lebaran guna mencegah penyebaran covid-19.

“Menunda mudik juga adalah salah satu upaya untuk memotong rantai penularan covid-19,” ungkapnya.

Berdasarkan data, banyak sekali pergerakan orang saat melakukan mudik. Sementara, penularan atau transmisi Covid-19 ini, berpotensi tinggi saat masifnya pergerakan dilakukan oleh masyarakat.

“Oleh karena itu dengan adanya instruksi pelarangan mudik tersebut, yang dilaksanakan masyarakat, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 dapat dihentikan,” pungkasnya. (YS-BT)

Polres Tapteng Tangkap 2 Pria Pengguna Narkotika

Tapteng, BP -- Personil Polsek Sibabangun dan Personil Satresnarkoba Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menangkap dua orang warga karena melakukan tindak pidana penyalah gunaan narkotika jenis Sabu.

Kedua tengsangka yang diamankan petugas tersebut yakni IAH (41) pekerjaan ASN warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun Tapteng dan TS (40) wiraswasta, warga Kelurahan Sidodadi Kecamatan Pinangsori Tapteng.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat menuturkan, kedua tersangka diamankan personil Polres Tapteng di lokasi yang berbeda.

“Tersangka IAH ditangkap personil Polsek Sibabangun pada Kamis 23 April 2020 pukul 02.00 WIB tepatnya dipinggir jalan Lingkungan I Kecamatan Sibabangun, saat itu tersangka melintas di depan Polsek dan anggota melihat seorang laki-laki tersebut mencurigakan, kemudian setelah didekati, ia berusaha melarikan diri, lalu dua orang anggota polsek mengejar dan menangkap lalu dilakukan penggeledahan,” kata Sinurat (29/4/2020).

Dari tersangka IAH, polisi menyita tas pinggang yang berisi 1 set alat hisap sabu, 1 timbangan elektrik, 1 kaca dan pipet kecil, 3 mancis, 1 unit Hp, uang sebesar Rp. 553.000 serta 1 bungkus sabu-sabu yang dibungkus plastik bening dengan berat 0,15 gram.

Kepada polisi tersangka IAH mengaku sabu-sabu yang ia miliki bertujuan untuk dikonsumsi, sementara barang tersebut ia peroleh dari seseorang laki-laki berinisial TS, lalu personil Polsek Sibabangun melakukan koordinasi dengan Personil Sat Resnarkoba Polres Tapteng dan menangkap tersangka TS dirumahnya di Kelurahan Sidodadi.

“Saat diamankan dirumahnya, tersangka TS diintrogasi dan mengakui kalau dia yang memberikan sebungkus narkotika jenis sabu sabu kepada tersangka IAH,” ungkapnya. (YS)

Polsek Kebon Jeruk Olah TKP Kasus Perampokan Mini Market di Kebon Jeruk

Jakarta, BP -- Perampokan terjadi di Alfamart Jalan Budi Raya Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Selasa 3 Maret 2020 sekira Pukul 04.00 WIB. Pelaku terekam CCTV saat menodongkan senjata api mainan jenis korek api gas.

Kapolsek Kebon Jeruk melalui Kanit Reskrim AKP Achmad Ardhy mengatakan, kejadian terjadi Selasa tanggal 3 Maret 2020 sekitar jam 04.00 WIB. Saat itu kedua saksi sedang berjaga di Alfamart 24 jam.

Kemudian datang satu orang dengan memakai topi warna hitam dan menggunakan penutup wajah, masuk ke alfamart berpura-pura mau membeli.

Setelah di depan kasir kemudian pelaku langsung mengeluarkan senjata api dari kantong belakang dan langsung menodongkan kepada saksi, sambil berteriak serahkan Hp dan uang.

“Saksi yang merasa ketakutan hanya bisa pasrah saat pelaku menggasak uang tunai di dalam laci kasir sebesar Rp 1,4 juta,” ujar Ardhy, Selasa (03/03/2020).

Usai menggasak uang tunai, pelaku kabur dengan menyetop mobil taksi yang sedang melintas di lokasi kejadian.

Pelaku mengancam sopir taksi dengan pistolnya dan membawa kabur taksi. Tidak lama kemudian mobil taksi yang dibawa kabur oleh pelaku menabrak sparator busway di jembatan arah Tanjung Duren.

“Pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan mobil taksi. Barang bukti sebuah pistol mainan pun ikut tertinggal,” tambahnya.

Ardhy menyebutkan, pelaku yang mengenakan topi dan penutup wajah serta menggunakan senjata api mainan jenis korek api gas memanfaatkan keadaan toko saat sepi.

Pihak Kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi serta memeriksa para saksi.

“Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan. Keterangan dari saksi serta rekaman CCTV juga sebagai petunjuk awal untuk menyelidiki,” pungkasnya. (WL-IP)

Polisi Bongkar Penimbunan 350 Kardus Masker di Jakarta Barat

Jakarta, BP -- Memanfaatkan situasi kelangkaan masker di pasaran, seorang wanita muda di Tanjung Duren Jakarta Barat malah menimbun ribuan masker.

Akibatnya, wanita muda tersebut diamankan Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (03/03) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diterima, penimbunan ini dilakukan agar terjadi kelangkaan dan pelaku menjual dengan harga tinggi.

Dari informasi yang dihimpun ada sebanyak 350 kardus yang disita Polisi.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan perihal tersebut. Namun ia belum bersedia membeberkan kronologi maupun motif wanita muda yang diamankan terkait penimbunan masker.

“Nanti siang mau dirilis di Polres Jakarta Barat,” kata Yusri melalui pesan singkat. (WL-IP)

Semburan Lumpur Sempat Hebohkan Warga Dusun Karangasem

Grobogan, BP -- Akibat semburan lumpur yang disertai suara bising sempat hebohkan warga sehingga mengundang perhatian banyak orang sampai memadati halaman sekitar Panti Asuhan Yatama.

Peristiwa semburan lumpur terjadi pada hari Sabtu ( 29/2/2020 ) jam. 09.00 di halaman Panti Asuhan Yatama RT 05 RW 03 Dusun Karangasem Desa Karangayar Kecamatan Purwodadi.

Menurut penuturan warga setempat,  peristiwa semburan lumpur yang mencapai ketinggian puluhan meter bermula dari rencana pengurus Panti Asuhan Yatama mau membuat sumur bur yang akan digunakan untuk keperluan panti.

Kegiatan dimulai sejak hari Jum' at , ketika ada tanda-tanda semburan lumpur keatas dari dalam pipa meskipun beberapa meter akhirnya dihentikan dengan maksud siapa tahu akan berhenti.

Akan tetapi yang terjadi tidak berhenti justru semburan lumpur pada esoknya yakni hari Sabtu justru semakin meninggi sampai puluhan meter.

Melihat peristiwa langka tersebut banyak warga sekitar yang berdatangan untuk menyaksikan langsung serta ingin mengabadikannya melalui  HP dengan diphoto ataupun vidio.

Sehingga sampai berita diturunkan lokasi semburan lumpur masih ramai sekali menjadi tontonan warga.

Informasi secara cepat sampai diruang Bupati Grobogan, sehingga Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni SH, MM menyempatkan diri untuk melihat kejadian tersebut dilokasi.

Bupati Grobogan berpesan kepada warga sekitar dan para pengunjung agar tetap berhati - hati serta menjaga diri baik - baik

Dan dalam waktu dekat pihak ESDM Propinsi Jateng akan meneliti ke lokasi semburan lumpur tersebut untuk ditelili ada tidaknya unsur yang berbahaya dari semburan sumur tersebut. (Puji Daryana)

Karena Iba, Wartawan Korban Pengeroyokan Akhirnya Berdamai

Mapolsek Cengkareng Jakarta Barat
Jakarta, BP -- Benar bahwa korban pengeroyokan terhadap wartawan bernama Yohanes Riadi atau yang akrab disapa Yori telah berdamai dengan pihak pelaku, hal ini dilakukannya semata-mata karena kemanusiaan.

“Karena kemanusiaan, saya iba dengan pihak keluarga korban yang masih memiliki anak yang masih kecil-kecil,” kata Yohanes Riadi di Jakarta, Rabu (26/2/2020).


Ia menjelaskan jika upaya damai itu terjadi pada tanggal 4 Februari 2020 lalu di Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat.

“Awal bulan, sekitar tanggal 4 Februari lalu saya beritikad damai dengan pihak pelaku. Tentu dengan disaksikan oleh Kanit, Panit dan anggota Reskrim Polsek Cengkareng,” jelasnya.

Dalam kesepakatan damai tersebut dari pihak Polsek Cengkareng bertindak hanya sebagai saksi dan penengah jika benar bahwa kasus pengeroyokan itu dianggap sudah selesai dengan cara kekeluargaan.

“Pihak Polsek jadi saksi dan penengah, seperak pun saya tidak memberikan mahar kepada pihak-pihak yang menangani kasus saya tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri menjelaskan jika pihak pelaku dan korban pengeroyokan telah berdamai dan dengan demikian laporan secara resmi dicabut.

“Sudah berdamai, itu atas permintaan korban. Jadi bukan karena desakan dari pihak manapun,” jelas Khoiri di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, korban Yohanes Riadi yang merupakan wartawan Tribrata News dikeroyok delapan pemuda di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat pada Rabu (29/02/2020) lalu.(WL-IN)

Geram, Warga Kedaung Kaliangke Minta Sudin LH Jakbar Tak Hanya Janji Manis soal Toilet Mobile

Ilustrasi
Jakarta, BP -- Warga Kedaung Kaliangke, Cengkareng Jakarta Barat, khususnya RW 05 kesal dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Barat.

Kekesalan itu disebabkan petugas yang lamban mengirimkan toilet mobile yang sangat diperlukan saat banjir yang menggenangi sebagian rumah warga, hingga sulit cari toilet untuk BAB, karena toilet warga yang ada pada terendam.

Padahal Rustam Efendi selaku Walikota Administrasi Jakarta Barat sudah perintahkan, untuk segera kirim toilet mobile yang dikeluhkan warga lewat media.

Dengan sigap Rustam Efendi langsung menjawab lewat WhatsApp dari keluhan warga ke Maryanto, selanjutnya dia perintahkan pada suku dinas LH Jakarta Barat.

Maryanto selaku ketua RW 05 Kelurahan Kedaung Kaliangke, membenarkan saat dikonfirmasi dengan media.

“Waktu itu pernah akan dikirim toilet mobile dan dia langsung sosialisikan ke warganya, tapi yang di tunggu nihil,” kata Maryanto, Rabu (26/02/2020).

Dirinya menambahkan, padahal petugas LH sudah konfirmasi ke saya akan di kirim toilet mobile, dan di janjikan akan dikirim Selasa sore, tapi toilet itu akan dikirim Rabu jam 10 pagi, sedang warga saya yang mengungsi sebagian sudah balik ke rumah karena rumahnya sudah bisa di huni.

“Dan akhirnya saya tolak toilet itu, buat apa dikirim warga saya sudah gak ada di pengungsian, warga saya butuh sejak kemarin, saya dan warga kecewa dengan lambannya petugas Lingkungan Hidup Jakarta Barat,” tandasnya. (WL-IN)

Lagi, Seorang Publik Figur Ditangkap Karena Terjerat Narkoba


Jakarta, BP -- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali menangkap seorang publik figur artis FTV berinisial AN alias VS di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Utara.

Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

“Iya benar seorang artis perempuan AN ditangkap bersama teman prianya di apartemen di kawasan Jakarta Utara,” Kata Audie, Rabu (26/02/2020).

Sementara, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona siregar menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka AN berdasarkan laporan masyarakat adanya penyalah gunaan narkoba di sebuah apartemen tersebut.

Mengetahui adanya laporan tersebut, Satres Narkoba yang dipimpin oleh Kanit 2 AKP Maulana Mukarom melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka AN bersama teman prianya.

“Tersangka ini disamping artis FTV, juga seorang model. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif,” katanya. (Wl-IN)