Berita Utama

HEADLINE

Nasional

Daerah

Hukum

Metropolitan

Kriminal

Politik

Pelantikan PAC dan Ranting PP Cengkareng Jakbar Berjalan Hikmat

Jakarta, BP -- Acara Rapat Panitia Pemilihan (RPP) sekaligus pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat berjalan secara hikmat dan sukses di kantor Balai Latihan Kesenian Jalan Rama Raya Buaya, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, minggu (10/3/19).

Acara tersebut di hadiri Kapolsek Cengkareng H. Khoiri, anggota Ormas lain, ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Barat Herdra Joshua berserta jajarannya, serta anggota PP sekota Jakarta dan Jawa Barat

Ketua PAC Cengkareng resmi melantik lima ranting periode 2019-2021 yang sudah terbentuk antara lain Kelurahan Rawa Buaya, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Duri Kosambi dan Cengkareng Barat.

Dalam sambutan Ketua PAC Cekareng berpesan kepada ranting-ranting yang terbentuk agar lebih solid dan mampu membesarkan roda keorganisasian khususnya pemuda pancasila serta tunduk kepada ADRT dan menghormati pimpinan organisasi.

“Untuk ranting-ranting yang terbentuk agar lebih solid dan mampu membesarkan roda keorganisasian pemuda pancasila serta tunduk pada ADRT dan pimpinan organisasi,” ungkap iwan.
 

Di hari yang bersamaan PAC Cengkareng dan MPC Jakbar melaksanakan sidang pleno MPC pemuda Pancasila dan memutuskan H. Iwan Marsuid resmi sebagai ketua PAC pemuda pancasila Kecamatan Cengkareng Jakbar, (10/3/19).

Selesai sidang pleno, Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakbar Hendra Joshua resmi melantik Ketua PAC Cengkareng H Iwan Marsuid periode 2019-2022 sebagai ketua terpilih.

Ketua MPC Hendra Joshua memberikan arahan kepada Ketua PAC terpilih agar mampu dan siap memajukan organisasi Pemuda Pancasila khususnya di Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.

“Ketua PAC Cengkareng terpilih agar mampu dan siap memajukan roda organisasi Pemuda Pancasila khususnya di Kecamatan Cengkareng,” ungkap hendra.

Pelantikan PAC Cengkareng Jakbar menjadi barometer berjalan secara hikmat dan sukses dalam acara pelantikan PAC di Jakarta Barat.

H Iwan Marsuid sebagai Ketua PAC Cengkareng terpilih menggungkapkan kepada media “Kami akan lebih solid kedepannya dari tingkat PAC yang saya pimpin maupun ranting-ranting yang dalam naungan saya,” tegas iwan.


Sambung iwan, “Usai acara ini saya akan membangun pormasi yang lebih kompak dari tingkat PAC dan ranting agar tercipta satu komando dibawah kepemimpinan saya untuk roda organisasi Pemuda Pancasila khususnya di PAC Cengkareng,” ungkapnya.

Di masa tiga tahun kedepan kepemimpinan saya berharap agar struktur PAC Cengkareng dan ranting-ranting mampu berkordinasi dengan PAC sekecil apapun info, jangan sampai miskomunikasi antara PAC dan ranting yang dapat memecahkan organisasi pemuda pancasila khususnya di PAC Cengkareng. Harapnya. (And-Lal)

Kapolres Humbahas dan Kapolsek Doloksanggul-Sumut Adakan Kegiatan Sosial

Humbahas, BP -- Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Kapolsek Doloksanggul Sumatera Utara adakan kegiatan sosial dalam bentuk bansos, melalui Kapolsek Doloksanggul AKP LB Sihombing, SH kepada Keluarga Pelajar dan Mahasiswa di Desa Sosorgonting sebanyak 10 Paket.

Dari 10 paket bantuan yang diberikan masing-masing berupa sembako antara lain:
a. Beras sebanyak 5kg
b. Minyak goreng sebanyak 1kg
c. Mie instan sebanyak 5 bungkus
d. Gula pasir sebanyak 1kg

Disamping memberikan bantuan sosial kepada keluarga pelajar dan mahsiswa Kapolsek Doloksanggul menyampaikan pesan dan arahan kepada masyarakat agar tetap wapada terhadap kendaraan ataupun orang yang tak dikenal masuk ke dalam desa, dan masyarakat agar membuat kandang ternak dekat dari rumahnya masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya pencurian hewan ternak.

"Agar masyarakat tetap waspada terhadap kendaraan ataupun orang yang masuk ke Desa dan membuat kandang ternak dekat dari rumah untuk mengantisipasi terjadinya pencurian ternak kerbau," ujar Kapolsek.

Sambung Kapolsek, Agar masyarakat turut serta menyukseskan Pileg dan Pilpres di Thn 2019 yang aman dan damai, Supaya masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres Thn. 2019 (Tidak Golput), serta agar masyarakat tetap menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Desanya. tegas Kapolsek.

Bukan hanya bansos, Kapolres jug memberikan santunan kepada keluarga alm Martin sinambela/ Raunan BR Silaban, adapun tujuan dari kegiatan bansos yang dilakukan kapolres adalah untuk lebih menjaga kamtibmas serta agar masyarakat lebih nyaman. (Tata-Red)

Polres Pamekasan Diminta Tangkap Pelaku Penganiaya Wartawan Safi’e

Pamekasan, BP -- Pemimpin Redaksi media online indikasinews.com, meminta Polres Pamekasan segera menangkap pelaku penganiaya Safi’e wartawan yang sedang meliput kasus dugaan pengelapan satu unit mobil oleh terduga Sugera (50) , 10 Desember 2018.

“Pihak Pores Pamekasan harus segera menangkap pelakunya sehingga motif penganiayaan ini menjadi jelas,” ujar Pemimpin Redaksi Robiansyah.

Selain itu, polisi diminta memberi perlindungan memadai bagi Safi’e. “Kalau aparat setempat tidak bisa melindungi Safe’i, Redaksi indikasinews.com akan meminta Safi’e mendapatkan fasilitas perlindungan dari LPSK (lembaga perlindungan saksi dan korban,” sambungnya.

Safi’e, dianiaya di depan kantor Polres Pamekasan, Pekanbaru. Saat itu, Safi’e keluar dari kantor Polres Pamekasan tujuannya untuk mengambil sepeda motornya usai melakukan peliputan, selanjutnya Safi’e dipanggil oleh Sugera untuk masuk ke dalam mobil, namun Safi’e menolak untuk masuk kemudian Safi’e dianiaya hingga mengalami luka robek yang cukup serius.

Kasus penganiayan terhadap wartawan Safi’e yang dilakukan oleh Sugera sudah dilaporkan ke Polres Pamekasan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/292/XII/2018/JATIM/RES PMK, Tgl 10 Desember 2018.

Tanda bukti lapor Safi'e di Polres Pamekasan

Robiansyah sangat berharap kepada Polres Pamekasan agar pelaku penganiaya Safi’e segera ditangkap sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

“Ya, saya (Robiansyah-red) sangat-sangat berharap Polres Pamekasan yang mana suatu pranata umum sipil yang menjaga ketertiban, keamanan dan penegakan hukum diseluruh wilayah NKRI untuk segera menangkap pelaku penganiayaan anggota saya,” tegasnya. (BIE-Red)

Generasi Milenial Kompeten di Sektor Kreatif Digital Sambut Industri 4.0

Denpasar, BP — Masuknya era revolusi industri 4.0 menjadi momen penting bagi Indonesia dalam memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu diperlukan upaya pengembangan transformasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Industri 4.0 mendorong pemerintah melakukan empowering human talents. Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi pembicara pada acara Creative Industries Movement di Denpasar, Sabtu (1/12).

Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Artinya, sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.

“Dari pengalaman negara lain, seperti China, Jepang, Singapura dan Thailand, ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonominya tinggi. Maka itu, Indonesia perlu mengambil momentum masa keemasan tersebut dengan terus membangun semangat optimisme,” paparnya.

Guna menyiapkan generasi milenial Indonesia yang mampu menghadapi era industri 4.0, Kemenperin telah memfasilitasi melalui beberapa inkubator yang dimiliki untuk menumbuhkan para pelaku industri kreatif. Sebab, sektor-sektor industri kreatif mampu memberikan kontribusi yang signfikan bagi ekonomi nasional. “Untuk itu, kita terus mengembangkan pusat startup kreatif,” tegas Airlangga.

Hingga kini, Kemenperintelah membangun gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup) di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC), Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam. “Tempat ini bisa menjadi inspirasi dan aspirasi menumbuhkan wirausaha industri baru,” imbuhnya.

Di Bandung Techno Park dan BCIC misalnya, Kemenperin punya beberapa program kekinian, antara lain pelatihan bagi calon pemimpin perusahaan yang menggunakan basis industri 4.0 seperti analisis big data dan internet of things. Selain itu menyediakan ruang inkubasi karya yang telah dihasilkan.

“Di BCIC sudah ada beberapa alumni yang menjadi pelaku industri kreatif andal di bidangnya, seperti Studio 70. Selain itu, difasilitasi juga untuk menciptakan produk kreatif yang mengangkat kearifan lokal, seperti membuat gamelan,” tuturnya. BCIC atau TohpaTI center ditujukan untuk menjadi wadah yang produktif dalam mencetakSDM kreatifdi bidang multimedia, animasi, kriya dan barang seni.

Di hadapan 600 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan pelaku industri kreatif, Menperin pun menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja.“Kami mengajak pegiat industri kreatif untuk memanfaatkan betul fasilitas di BCIC. Silakan manfaatkan pelatihan, co-working space ataupun inkubator bisnis, tanpa perlu membayar sama sekali,” tandasnya.

Menperin menambahkan, pihaknya juga mendorong kepada pihak swasta untuk membangun inkubasi startup era digital. “Contohnya di Nongsa Batam, kemudian di BSD Serpong juga ada Apple Academy yang menjadi pusat startup dan inovasi pengembangan teknologi digital,” terangnya. Bahkan, pendiri Ali Baba Group akan membangun Jack Ma Institute of Entrepreneur di Indonesia.

Airlangga mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkannilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025. “Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja yang tidak buta terhadap teknoogi digital. Dan, inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang, sehingga bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita,” ujarnya.

Apalagi, pemerintah menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dollar AS. “Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, peningkatan produktivitas pada era ekonomi digital juga difokuskan pada kemudahan access to market sektor IKM. Oleh karena itu, program e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin, menjadiplatform e-commerce untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Go-Jek Indonesia.

“Saat ini, sudah ada sebanyak 4.925 pelaku IKM yang turut menjual produknya lewat digital platform tersebut. Kami terus gencar mendorong para pelaku IKM untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menembus pasar ekspor. Sebab, IKM yang kuat akan menopang perekonomian bangsa,” ucapnya. (Humkemenperin-Red)

Menperin: Saat Ini Terjadi Norma Baru dalam Kontribusi Industri PDB

Jakarta, BP --Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini terjadi norma baru dalam kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB). Di tingkat dunia, sudah tidak ada lagi sumbangan sektor manufaktur kepada ekonomi negara yang mencapai 30 persen.

“Jadi, ini ada realitas baru, kita tidak bisa menyamakan konteks sekarang pada paradigma ekonomi yang lalu,” kata Menperin sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (30/12). Menurutnya, ketika membandingkan kontribusi industri pada tahun 2001 dengan era saat ini, tentunya berbeda.

“Meski waktu itu kontribusi industri hampir 30 persen, dan kita hampir takeoff, tetapi berhenti karena krisis ekonomi yang dipicu oleh keuangan. Cukup panjang dampaknya. Selain itu, kita dininabobokan oleh commodity booming. Pada pasca-2014, baru kita revitalisasi lagi sektor manufakur,” paparnya.

Menperin memperlihatkan data World Bank tahun 2017, bahwa saat ini negara-negara industri di dunia, kontribusi sektor manufakturnya terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17 persen. Namun, ada lima negara yang sektor industri manufakturnya mampu menyumbang di atas rata-rata tersebut, yakni China (28,8%), Korea Selatan (27%), Jepang (21%), Jerman (20,6%), dan Indonesia (20,5%).

“Kalau merujuk data tersebut, saat ini tidak ada negara di dunia yang bisa mencapai di atas 30 persen,” ujarnya. Sementara itu, negara-negara dengan kontribusi industrinya di bawah rata-rata 17 persen, antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Perancis, Kanada dan Inggris.

“Bahkan, sekarang pertumbuhan ekonomi global tidak lagi dua digit. Di China saja single digit. Namun, Indonesia merupakan negara terbesar di Asean, ekonominya sudah masuk dalam klub USD1 triliun, atau sepertiga dari ekonominya Asean,” imbuhnya.

Sementara, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, Indonesia mampu mencapai 5,2 persen atau di atas rata-rata perolehan Asean sebesar 5,1 persen. Artinya, Indonesia berperan penting dalam memacu perekonomian di Asean.

Menperin menambahkan, Asean merupakan mesin kedua terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, setelah kontribusi dari China. Kawasan Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 500 juta jiwa penduduk ini, dinilai menjadi pasar potensial dalam membangun basis produksi manufaktur.

“Dengan adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat, Indonesia juga diuntungkan. Pertama, investasi di antara kedua negara itu meminta negara lain untuk ikut berpatisipasi, termasuk Indonesia,” tuturnya. Selain itu, adanya rencana relokasi perusahaan China ke Indonesia untuk menghindari tarif akibat perang dagang tersebut.

Kemudian, kebijakan Belt and Road dari China, juga menguntungkan bagi Indonesia. Sejumlah investor dari Negeri Tirai Bambu itu membidik Indonesia menjadi salah negara tujuan utama untuk ekspansi.

Melihat kondisi tersebut, menurut Airlangga, saatnya Indonesia membangkitkan kembali sektor industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah saat ini fokus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memudahkan berbagai perizinan usaha.

“Kalau kita melihat, purchasing manager index (PMI) manufaktur Indonesia, selama tahun 2018 itu di atas level 50 atau berada tingkat positif. Artinya, mood manufaktur Indonesia untuk ekspansi cukup tinggi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Menperin optimistis, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat merevitalisasi sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional. Sasaran besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030. (Humkemenperin-IN)

Kemenperin Bertekad Terus Cetak SDM Industri yang Kompeten

Jakarta, BP -- Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha saat ini. Salah satu upaya strategis yang telah dilakukan, yakni menjalankan program Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).

“Dalam upaya menghasilkan SDM industri yang kompeten dan profesional, kami juga telah merekrut untuk para penyandang disabilitas di daerah Jawa Timur,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/12).

Menurut Haris, implementasi program tersebut merupakan kerja sama antara Balai Diklat Industri Yogyakarta dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) wilayah Jawa Timur. Kegiatan yang sudah dilaksanakan berupa Diklat 3 in 1 ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri alas kaki.

Pada tahun 2017, diikuti sebanyak 50 peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Jawa Timur. Setelah mendapat pelatihan kompetensi jahit upper alas kaki di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, seluruh lulusannya terserap kerja di PT Wangta Agung, Surabaya.

Sementara itu, di tahun 2018, sebanyak 45 peserta penyandang disabilitas dari wilayah Jawa Timur, juga terserap kerja di PT Ecco Indonesia dan PT Widaya Inti Plasma, Sidoarjo. Selain mengikuti pelatihan sekitar 20 hari, mereka mendapatkan perlengkapan diklat, konsumsi selama diklat, dan bahan praktik.

“Bahkan mereka mendapatkan sertifikat diklat dan yang lulus uji kompetensi juga mendapat sertifikat,” imbuh Haris. Para pengajar diklat 3 in 1 tersebut merupakan widyaiswara BDI Yogyakarta dan instruktur dari Aprisindo Jawa Timur.

Kepala BDI Yogyakarta Tevi Dwi Kurniaty menyampaikan, pelatihan ini sesuai dengan tujuan satuan kerjanya untuk membantu industri mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan lapangan. “Maka itu, kami berkerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang akan menerima mereka bekerja,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Aprisindo Jawa Timur Ali Mas’ud mengemukakan, banyak perusahaan anggota asosiasinya yang siap menerima lulusan diklat 3 in1 dari penyandang disabilitas. Misalnya di PT Widaya Inti Plasma. “Para peserta yang berasal dari 15 kabupaten kota di Jawa Timur ini akan direkrut oleh produsen sepatu merek Trekkers tersebut,” ungkapnya.

Nur Habib Ahmad yang mewakili Humas PT Widaya Inti Plasma mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam payung hukum tersebut, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya satu persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya.

“Kami telah memiliki 10 pekerja difabel yang ditempatkan di bagian penjualan online. Sebelumnya kami juga sudah punya pekerja difabel di bagian marketing,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan kualitas SDM di Indonesia.

Pada Kamis (27/12), Menperin dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. Langkah kolaborasi ini selain mampu mengurangi jumlah pengangguran, dapat berkontribusi pula dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami mengapresiasi kepada perusahaan yang telah menerima mereka bekerja, bahkan di Palembang ada yang hingga 20 persen dari populasi karyawannya,” ungkap Airlangga. Kemenperin pun memacu para penyandang disabilitas agar bisa menjadi wirausaha industri baru.

Dari MoU tersebut, Menperin menargetkan pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas dapat dijalankan pada Januari 2019. “Pada tahun depan, kami menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1. Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif,” kata Menperin. (humkemeneprin-Red)

Menperin: Upaya Pacu Kinerja Industri Manufaktur adalah Harmonisasi Kebijakan Kementerian

Jakarta, BP -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu upaya strategis untuk memacu kinerja industri manufaktur adalah harmonisasi kebijakan dan peraturan lintas kementerian. Hal ini yang telah menjadi bagian dari program prioritas nasional berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, melalui kebijakan yang harmonis, aktivitas industri bisa terjaga dengan misalnya mendapatkan pasokan bahan baku, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, industri juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi. Ini yang tidak terpisahkan,” paparnya di Jakarta, Jumat (28/12).

Menperin menjelaskan, pemerintah saat ini ingin mengembalikan industri manufaktur menjadi sektor andalan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan langkah kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan terkait mulai dari pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat.

“Dengan Making Indonesia 4.0, kita harus optimistis mengembalikan industri manufaktur sebagai sektor mainstream dalam pembangunan nasional. Sehingga Kementerian Perindustrian tidak sendirian dalam upaya menjalankan pengembangan industri di Indonesia,” tuturnya.

Airlangga menambahkan, agar industri nasional semakin berdaya saing global, dibutuhkan pula biaya energi yang lebih kompetitif seperti listrik dan gas industri. “Pemerintah telah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk melalui pemberian fasilitas insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance,” imbuhnya.

Apalagi, saat ini pemerintah sudah mencanangkan penerapan sistem Online Single Submission (OSS) untuk penyederhanaan perizinan usaha yang sejalan dengan kebijakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Program ini juga bertujuan guna menarik investor lebih banyak.

“Dengan sistem OSS, begitu investor daftar, kemudian memenuhi syarat, dia langsung dapat tax holiday. Jadi lebih mudah. Baik itu investasi yang di bawah atau di atas Rp500 miliar, mereka akan dapat sekian tahun. Sedangkan, kalau di atas Rp30 triliun bisa dapat tax holiday 20 tahun,” ungkapnya.

Menperin meyakini, apabila kebijakan-kebijakan tersebut berjalan baik, bakal terjadi penambahan investasi, pertumbuhan populasi, dan peningkatan nilai tambah di sektor industri. Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun.

“Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6 ribu unit usaha. Sedangkan, industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha,” ujarnya. Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.

Kemenperin mencatat, selama periode 2015-2018, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan adanya kenaikan pada nilai tambah industri dan indeks daya saing global. “Nilai tambah industri nasional tahun 2015 mencapai USD212,04 miliar, naik menjadi USD236,69 miliar saat ini. Sementara itu, melalui metode baru dengan indikator industri 4.0, peringkat daya saing Indonesia naik dari posisi ke-47 tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi B Sukamdani mengatakan, pengembangan industri di Indonesia tidak semata bagian dari tugas Kemenperin, melainkan juga terkait dengan kementerian lain. “Oleh karenanya diperlukan dukungan, seperti Kementerian Keuangan untuk fiskalnya, Kementerian Perdagangan tentang distribusinya, dan BKPM mengenai investasi,” jelasnya.

Hariyadi meminta pemerintah perlu terus memperdalam struktur industri manufaktur di dalam negeri. Hal ini selain dapat menggenjot nilai tambah, juga mampu mensubstitusi produk impor. “Misalnya, ada investasi baru di industri petromimia, ini yang nantinya membuat konsistensi jangka panjang,” ujarnya.

Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk. Anne Patricia Sutanto mengakui dalam upaya membangun industri nasional yang berdaya saing global, dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Apalagi di sektor hulu, untuk kembali untung dari investasinya bisa memakan waktu hingga tujuh tahun. “Saya rasa semua pengusaha tidak ada yang mau dirugikan. Untuk itu, kosistensi pemerintah perlu bersifat panjang. Jadi, harus ada keselarasan di regulasinya, terutama dalam menghadapi industri 4.0,” ungkapnya. (Humkemenperin-Red)

Kemenperin-Kemensos Tingkatkan Kopetensi Penyandang Disabilitas di Sektor Industri

Jakarta, BP -- Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin lebih secara masif melaksanakan kegiatan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Komitmen kedua belah pihak dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).

“Pada tahun 2019, kami menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja). Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif,” kata Menperin.

Menurutnya, pelaksanaan program Diklat 3in1 untuk para penyandang disabilitas akan segera dijalankan pada Januari 2019. “Jadi, industri yang akan menyerap, juga sudah bisa cepat menerima. Program diklat ini berlangsung sekitar tiga minggu,” ujar Airlangga.

Menperin pun meyakini, langkah kolaborasi ini selain mampu mengurangi jumlah pengangguran, juga dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru,” imbuhnya.

Mensos menyampaikan, sinergi kedua kementerian ini sebagai wujud nyata hadirnya negara bagi penyandang disabilitas, sebagaimana yang tercantum dalam Nawa Cita. “Pemerintah terus berupaya memfasilitasi berbagai program dukungan untuk perluasan kesempatan kerja kepada para penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan, sertifikasi, rekrutmen, hingga penempatan tenaga kerja,” paparnya.

Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. “Payung hukum tersebut guna mengakui, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya,” ungkap Agus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Kemenperin dan Kemensos. “Tentu kami sangat bahagia, karena ini menjadi sarana dan solusi menyerap banyak tenaga kerja dari penyandang disabilitas di sektor industri. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti BUMN dan Ketengakerjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas,” tuturnya.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.

Sementara itu, berdasarkan isi MoU, tugas dan tanggung jawab Kemenperin antara lain menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang akan dilaksanakan bagi penyandang disabilitas, melaksanakan pendidikan dan pelatihan penyandang disabilitas, melakukan sertifikasi kompetensi, serta memfasilitasi penempatan kerja di perusahaan industri.

Sedangkan, tugas dan tanggung jawab Kemensos, di antaranya menyediakan data potensi penyandang disabilitas, melaksanakan rekrutmen peserta pendidikan dan pelatihan, serta memfasilitasi sarana dan prasarana termasuk operasionalisasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

Kedua belah pihak juga bertekad untuk melakukan sosialisasi bersama tentang kebijakan dan program dalam rangka pelaksanaan Nota Kesepahaman. Jangka waktu MoU ini berlaku selama dua tahun sejak ditandatangani, serta akan dilakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaannya satu tahun sekali.

Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang bakal menampung mereka, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax.

Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group. (Humkemenperin-Red)