Berita Utama

HEADLINE

Nasional

Daerah

Hukum

Metropolitan

Kriminal

Politik

Distribusi Logistik Pemilu 2019 di Banggai Terlambat dan Kurang

Binggai, BP -- Distribusi logistik Pemilu 2019 di Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai masih terlambat dan kekurangan, Sejumlah warga menyesalkan pihak Kecamatan lantaran beberapa diantaranya telah menunggu sejak pukul 7 pagi dan sampai sore dini hari, (18/04/2019).

Petugas TPS Desa Kamiwangi, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai terpaksa mengambil sendiri logistik pemilu ke kantor Kecamatan Toili Barat karena hingga pagi dini hari, namun masih juga ada kekurangan C1 Pleno dan Hologram KPU pada 68 TPS, (18/4/2019).

Komang Suwardita selaku ketua KPPS mengatakan "Desa masih kekurangan kertas C1 Pleno dan Hologram KPU di Desa Kamiwangi Kecamatan Toili Barat," ungkapnya.

Sampai saat ini di 68 TPS belum bersiap dan masih Kekurangan Logistik, Distribusi yang dilakukan oleh Kecamatan Toili Barat dilakukan sejak pagi pukul 8.10, Imbasnya para pemilihan baru bisa dilaksanakan lewat dari pukul 09.00 WIT.

Hal ini bertolak belakang dengan Keputusan KPU yang menegaskan pemungutan suara dilakukan mulai dari pukul 7 pagi - 1 siang.

Hingga saat ini, tampak puluhan petugas baik dari Desa, Kecamatan, panitia pemungutan suara (PPS), serta kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) masih belum juga memenuhi beberapa C1 Pleno Hologram KPU di setiap Desa kecamatan Toili Barat.

Penulis: AGS/BP-IN
Editor: Red

Warga Masyarakat Sausu Torono-Parigi Moutong Tolak Tambang Emas yang Diduga Ilegal

Parmout, BP -- Ratusan warga masyarakat dan Pjs Kades Torono Sausu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong melakukan protes dan aksi penolakan kegiatan penambangan emas yang diduga Ilegal di Sungai. Penambangan yang diduga ilegal tersebut menggunakan alat berat Jet Alkon besar dan jenis eskavator.

"Kami ingin alat berat atau eskavator yang beroperasi dihentikan, Kegiatan ini sangat merugikan masyarakat," kata Pjs Kades Torono Sausu, Tuti. saat menyampaikan aspirasi di Polsek Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat ( 29/03/19 ).

Ia mengatakan ada dua titik penambangan yang menggunakan alat berat di Pinggiran Sungai Sausu Torono di atas lahan warga inisial yang mana pengusaha tersebut berinisial H dan N. ujar Pjs Kades.

Menurutnya penambangan itu sudah berlangsung sekitar lima bulan dan mulai sangat meresahkan masyarakat.

Sambung Pjs Kades "Sementara itu di sekitar lokasi banyak masyarakat yang melakukan penambangan secara manual dan pakai Alat berat..Akibat beroperasi alat berat itu mematikan usaha Pertanian dan Perkebunan masyarakat," ungkapnya.

Pjs Kades sengaja mendatangi meminta Polsek Sausu agar aktivitas tambang itu dihentikan, agar tidak berdampak masyarakat sendiri yang akan menghentikan.

Warga usai menyampaikan aspirasi di Kantor Camat, Polsek dan Danramil mengatakan "Kami (warga-red) akan langsung ke sana bersama Pjs Kades Tuti untuk menyampaikan hal langsung ke lokasi tambang," tegas warga.

Menurutnya warga akibat adanya aktivitas alat berat yang diduga tanpa izin apapun itu mengakibatkan sekitar tiga kilometer lebih tanaman pertanuan dan perkebunan masyarakat yang berada di tepi sungai rusak karena tergerus oleh aktifitas alat berat karena sangat merugikan masyarakat.

Selain itu juga air sungai menjadi keruh dan berdampak pada lingkungan, kesehatan dan dampak akibat aktivitas alat berat tersebut mengakibatkan berkurangnya penghasilan masyarakat yang sehari-hari bekerja mencari air untuk Mandi ,Cuci ,Pertanian dan Perkebunan..

"Sungai itu sehari-hari digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas seperti mandi dan mencuci serta dipakai untuk Pertanian dan Perkebunan Masyarakat.. Dengan keruhnya air maka dikhawatirkan akan merusak kesehatan masyarakat," ujar warga.

Sementara itu di lokasi tambang Sausu Torono, masyarakat sempat ribut dengan pemilik alat berat dan truk, yang bersikukuh tidak bersedia aktivitas tambang dihentikan dengan alasan lokasi tambang berada di tanah pribadi.

Penulis: GUS-BP
Editor: Red

Satresnarkoba Polres Jakbar Bongkar 3.800 Butir Pil Ekstasi di Kawasan Tamansari Jakarta Barat

Jakarta, BP -- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat kembali berhasil membongkar tiga pengedar narkoba sindikat jaringan Malaysia – Indonesia.

Polisi menyita sebanyak 3.800 butir pil ekstasi yang siap edar dari tangan tersangka, dimana dua tersangka berinsial YT (34) dan DO (34) yang berperan sebagai kurir dicokok di sebuah hotel di kawasan Tamansari Jakarta Barat.

“Satu tersangka lagi, diamankan di bandara Kualanamu, Medan, setelah kami melakukan pengembangan,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (23/3/19).

Mantan Wadir Krimsus Polda Metro Jaya ini mengatakan, modus pengedaran yang dilakukan oleh ketiga tersangka ini, dengan cara memasukkan ribuan butir ekstasi ke dalam kemasan makanan ringan yang berisi kacang dan keripik.

Hal ini dilakukan tersangka agar terhindar dari alat petugas bandara saat membawa barang dari Malaysia. Namun, aksinya dapat dilacak oleh petugas.

“Kemudian kita tangkap mereka (pelaku) di sebuah kamar hotel di kawasan Tamansari Jakarta Barat, dan berhasil mengamankan ribuan pil ekstasi yang dikemas di dalam dua Kemasan Keripik Kentang Telur Asin (BOSS Salted Egg),” bebernya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz mengatakan, tak puas dengan tangkapan YT dan DO, petugas mengembangkan penangkapan guna mengungkap sindikat pengedar pil ekstasi. Apalagi, di hadapan petugas mereka mendapatkan narkoba dari G yang merupakan warga negara Malaysia.

Kemudian, kata dia, petugas tengah memburu tersangka (G), dan tak lama berhasil membekuk pria yang diduga sebagai kaki tangan bandar tersebut di bandara Kualanamu, Medan.

“Ketiga tersangka dan barang bukti kita bawa ke markas untuk dilakukan penyelidikan lebih jauh,” ujarnya.

Erick menambahkan, warga negara asing (WNA) berinisial G ini berkolaborasi dengan jaringan narkoba di Lapas Tanjung Gusta dan dikendalikan bandar internasional yg sering berada di Penang, Malaysia.

“Barang bukti yang kami amankan berupa dua bungkus Kemasan Keripik Kentang Telur Asin (BOSS Salted Egg Chips) berisi 1.900 Butir Ecstacy logo IG warna ungu, 1.600 Butir Ecstacy logo KENZO warna oranye, dan 300 Butir Ecstacy logo monyet warna pink, enam unit Handphone berbagai merk milik tersangka,” paparnya.

(#PolresJakbar-Red)

KPK Panggil Kiai Asep Saifuddin Chalim Sebagai Saksi Terkait Suap Romi

Jakarta, BP -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tokoh PPP Kiai Asep Saifuddin Chalim. Ia diperiksa sebagai saksi terkait dugaan suap seleksi pengisian pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya itu akan diperiksa untuk tersangka eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (25/3/19).

Kiai Asep tiba di KPK pukul 09.40 WIB. Ia sempat membeberkan hubungannya dengan salah satu tersangka dalam kasus ini, yaitu Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

“Kemarin sudah saya sampaikan pertanyaan-pertanyaan wartawan bahwa dia dulu ketika di mahasiswa, mungkin 20 tahun lalu, dia pernah setiap pagi belajar mengaji ke saya,” katanya.

Kiai Asep pun menegaskan tidak pernah memberi rekomendasi terkait proses seleksi jabatan Haris di Kemenag seperti diucapkan Romi. “Tidak,” ujarnya.

Selain itu, KPK juga memanggil Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa Noer dan PNS di Kantor Wilayah Kemenag Yogyakarta, Abdul Rochim.

Nama Kiai Asep mencuat saat Rommi memebeberkan jika Haris merupakan rekomendasi dari Kiai Asep untuk menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Selain itu, Romi juga menyeret nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Chalim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes (pondok pesantren) besar di sana. Dan kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan ‘Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus’,” ucapnya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/19).

Sebelumnya, KPK menyita uang ratusan juta dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Total uang yang disita KPK adalah Rp 180 Juta dan USD 30 Ribu.

Selain Romi, KPK juga menetapkan dua tersangka lain. Mereka ialah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi bersama dengan pihak Kementerian Agama RI diduga menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Saat OTT di Surabaya, Jawa Timur, KPK menyita uang sebesar Rp 156.758.000. Uang tersebut disita penyidik KPK dari sejumlah orang, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi Rp 17,7 juta, Amin Nuryadin selaku Asisten Romahurmuziy Rp 50 juta serta Rp 70,2 juta, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin Rp 18,85 juta. (YP-PK)

PN Bantul Akan Gelar Sidang Kasus Rekayasa dan Kriminalisasi Terhadap Hoky

Jakarta, BP -- Dugaan rekayasa dan kriminalisasi jilid 2 terhadap Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Ketum Apkomindo) akan diuji di Pengadilan Negeri Bantul, pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 mendatang. Sebelumnya, Hoky yang juga merupakan Wapemred media online www.infobreakingnews.com ini telah mengalami proses kriminalisasi jilid 1 dan sempat ditahan selama 43 (empat puluh tiga) hari dari 24 November 2016 hingga 05 Januari 2017 di Rutan Bantul. Saat itu, para oknum penegak hukum dengan semena-mena memproses laporan bernomor: LP/392/IV/2016/ Bareskrim Polri atas laporan rekayasa yang dilakukan oleh Agus Setiawan Lie atas kuasa Sonny Franslay.

Meskipun telah ditahan selama 43 hari, faktanya Hoky divonis bebas oleh PN Bantul pada tanggal 25 September 2017 dan Kasasi JPU Ansyori, SH (Jaksa Utama Pratama) dari Kejagung RI dengan tuntutan 6 tahun penjara serta denda 4 Miliar subsider 6 bulan penjara telah ditolak oleh MA pada tanggal 18 Desember 2018 yang lalu.

Kali ini dugaan rekayasa laporan polisi dilakukan oleh Faaz Ismail yang merupakan kolega dari Agus Setiawan Lie dan Sonny Franslay. Bahkan menurut pengakuan Faaz pada saat membuat laporan di Polres Bantul dengan LP/109/V/2017/SPKT, tertanggal 24 Mei 2017, dia didampingi oleh Agus Setiawan Lie.

Faaz, bersama dua orang saksi yaitu JPU Ansyori, SH dan Suwandi Sutikno diduga melakukan rekayasa membuat laporan dan keterangan palsu tentang tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP, dengan tersangka Hoky. Dalam BAP, mereka menyatakan Hoky melakukan pemukulan terhadap Faaz Ismail, sementara Hoky memastikan tidak pernah melakukan tindak pidana penganiayaan sama sekali.

Oleh karena itu, Hoky melakukan Praperadilan terhadap Polres Bantul dengan perkara nomor 3/Pid.Pra/2018/PN Btl. dan dalam persidangan Praperadilan tersebut hadir 5 (lima) orang Saksi yaitu; Dicky Purnawibawa, Edy Anantoratadhi, Ngongo Bili (Veri), Andi Riyanto dan Rohman Yudi Ardianto (Anang) yang menyatakan tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Yang terjadi hanyalah ribut-ribut soal kata-kata “kutu kupret” saja. Selain itu, ada 3 (tiga) orang saksi, yaitu Darma Kusuma Setya, Christian Yanuar dan Joko Rianto, dalam BAP di Polres Bantul telah menyatakan hal yang sama yaitu tidak melihat adanya tindak pidana penganiayaan.

Hoky menempuh proses Praperadilan terhadap Polres Bantul karena memang tidak ada tindak pidana penganiayaan sama sekali. Bahkan, Hoky memastikan tidak pernah memperoleh surat panggilan pertama, tetapi langsung surat panggilan kedua. Juga tidak ada bukti visum, termasuk pada CCTV di PN Bantul tidak ada bukti penganiayaan sama sekali. Namun mengherankan, pada tanggal 15 Januari 2019 Hoky ditetapkan sebagai tersangka, walapun telah dilakukan perubahan dari tindak pidana penganiayaan berat pasal 351 KUHP menjadi tindak pidana penganiayaan ringan Pasal 352 KUHP.

Saat dilakukan konfirmasi oleh awak media, Hoky menyatakan siap menghadapi kasus rekayasa dan kriminalisasi tersebut. “Saya tetap akan hadapi dan siap hadir di PN Bantul. Bahkan saya telah proaktif menghubungi penyidik, saya juga telah mengirimkan Chat WA kepada penyidik termasuk ke Sdr. Faaz dan Sdr. Suwandi agar pelapor dan saksi hadir. Termasuk saya menghubungi via call dan SMS saksi JPU Ansyori SH, karena saksi JPU Ansyori SH tidak menggunakan WA. Tentu saja harapan saya mereka hadir, agar terungkap di muka persidangan rekayasa mereka,” ujar Hoky.

Seperti saat sidang pada tahun 2017, lanjut Hoky, dimana salah satu saksi lawan mengungkapkan tentang benar ada orang yang menyiapkan dana agar saya masuk penjara. “Kesaksian tersebut tertuliskan dalam salinan putusan 3/Pid.Sus/2017/PN Btl. (Hak Cipta). Hebat sekali-kan orang yang menyiapkan dana untuk masukan saya ke penjara,” kata Hoky kepada sejumlah media, Minggu (24/3/2019) di Jakarta.

Upaya mengkriminaliasi Hoky selaku Ketum Apkomindo terus-menerus dilakukan sejak dia menjabat sebagai Ketum Apkomindo di awal tahun 2015 hingga saat ini di tahun 2019. Faktanya telah ada 5 (lima) laporan polisi atas Hoky, yaitu satu di Polres Jakarta Pusat, tiga di Bareskrim Polri dan satu di Polres Bantul. Seluruh laporan polisi tersebut diduga merupakan rekayasa hukum dan dibuat-buat, sehingga satu-persatu dapat diatasi dengan baik oleh Hoky. Apalagi saat ini Hoky bersama dengan beberapa koleganya telah mendirikan kantor pengacara dengan nama Mustika Raja Law Office untuk membantu mengatasi permasalahan hukum dirinya, sekaligus untuk membantu teman-teman yang membutuhkan.

Sebenarnya, bukan hanya 5 (lima) laporan polisi saja yang harus dihadapi oleh Hoky. Hingga saat ini telah ada total 13 (tiga belas) Perkara Pengadilan berkaitan dengan Apkomindo. Sebelas perkara diantaranya suudah diselesaikan, antara lain; 1 (satu) di PN Jakarta Timur, 1 (satu) di PT DKI Jakarta, 1 (satu) di PTUN, 1 (satu) di PT TUN, 3 (tiga) di PN Bantul, 1 (satu) di PN Jakarta Pusat dan 3 (tiga) di MA.

Saat ini Hoky juga sedang menghadapi gugatan baru dari Rudy Dermawan Muladi dan Faaz Ismail, dimana Rudy dan Faaz yang sejak 14 Februari 2018 sudah dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana pencemaran nama baik dan Undang Undang ITE di Polda DIY atas laporan polisi nomor : LP/362/VII/2017/DIY/SPKT. Sayangnya, hingga kini telah lebih dari 1 (satu) tahun lamanya, kasus yang dilaporkan korban Hoky tersebut masih belum dilimpahkan kepenuntutan, Sedangkan sebaliknya, Faaz Ismail, cs yang melaporkan kasus tindak pidana ringan (Tipiring) Hoky dengan Pasal 352 KUHP ini perkaranya sudah sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.

Gugatan baru Rudy dan Faaz adalah terkait perkara perdata dengan nomor 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimana Rudy dan Faaz mengklaim dirinya masing-masing sebagai Ketum dan Sekjen DPP Apkomindo masa bakti 2015-2020. Para penggugat ini tidak tanggung-tanggung, mereka menggunakan jasa pengacara terkenal yaitu Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM. Selain Hoky, masih ada tergugat lainnya yaitu; Muzakkir, Go Andri Sugondo, Agustinus Sutandar, Gomulia Oscar, dan Suwato Kumala, ditambah beberapa turut tergugat lainnya, yaitu; Felix Lukas Lukmana, H. Hendra Widya, SE, MM, MBA, Nurul Larasati, SH, Erlien Wulandari, SH, dan Dini Lastari Siburian, SH.

“Secara kebetulan, pada saat yang sama yaitu hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 akan ada agenda sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, namun saya harus memilih hadir di PN Bantul, sebab untuk di PN Jakarta Selatan merupakan sidang gugatan perdata, sedangkan di PN Bantul adalah sidang pidana,” jelas Hoky.

Hoky yang sempat menjadi Ketua Pantia Kongres Pers Indonesia pada tanggal 06 Maret 2019 lalu di Asrama Haji Pondok Gede, menghimbau agar teman-teman jurnalis berkenan membantu melakukan pemberitaan, namun tetap berimbang serta adil. “Saya senang jika teman-teman jurnalis yang berdomisili di sekitar Bantul seperti dari Yogyakarta, dari Sleman, dari Gunung Kidul dan dari Kulon Progo berkenan hadir dan meliput sidangnya, karena akan semakin terungkap tentang Pihak lawan selalu berupaya melakukan rekayasa hukum terhadap diri saya,” tambah Hoky berharap.

Bahkan, imbuhnya, Sdr. Faaz sempat menyatakan kepada saya bahwa untuk gugatan di PN Jakarta Selatan itu dia hanya tanda tangan saja dan ada orang yang membiayai pembayaran kepada pengacara-nya. “Nanti bisa bertanya langsung ke Sdr. Faaz di PN Bantul. Mereka berpikir hukum itu bisa dibeli dan direkayasa, padahal jaman telah berubah. Faktanya saya telah menang di MA hingga 3 perkara dari pihak mereka, bahkan Kasasi JPU dengan tuntutan penjara 6 tahun telah ditolak oleh MA. Saat ini saya sedang menantikan salinan putusan dari MA, mereka malah masih bermain-main dengan hukum terus. Yakinlah, tidak lama lagi kelompok mereka akan menuai apa yang telah mereka taburkan,” pungkas Hoky optimis. (WIL-Red)

Pelantikan PAC dan Ranting PP Cengkareng Jakbar Berjalan Hikmat

Jakarta, BP -- Acara Rapat Panitia Pemilihan (RPP) sekaligus pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat berjalan secara hikmat dan sukses di kantor Balai Latihan Kesenian Jalan Rama Raya Buaya, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, minggu (10/3/19).

Acara tersebut di hadiri Kapolsek Cengkareng H. Khoiri, anggota Ormas lain, ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Barat Herdra Joshua berserta jajarannya, serta anggota PP sekota Jakarta dan Jawa Barat

Ketua PAC Cengkareng resmi melantik lima ranting periode 2019-2021 yang sudah terbentuk antara lain Kelurahan Rawa Buaya, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Duri Kosambi dan Cengkareng Barat.

Dalam sambutan Ketua PAC Cekareng berpesan kepada ranting-ranting yang terbentuk agar lebih solid dan mampu membesarkan roda keorganisasian khususnya pemuda pancasila serta tunduk kepada ADRT dan menghormati pimpinan organisasi.

“Untuk ranting-ranting yang terbentuk agar lebih solid dan mampu membesarkan roda keorganisasian pemuda pancasila serta tunduk pada ADRT dan pimpinan organisasi,” ungkap iwan.
 

Di hari yang bersamaan PAC Cengkareng dan MPC Jakbar melaksanakan sidang pleno MPC pemuda Pancasila dan memutuskan H. Iwan Marsuid resmi sebagai ketua PAC pemuda pancasila Kecamatan Cengkareng Jakbar, (10/3/19).

Selesai sidang pleno, Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakbar Hendra Joshua resmi melantik Ketua PAC Cengkareng H Iwan Marsuid periode 2019-2022 sebagai ketua terpilih.

Ketua MPC Hendra Joshua memberikan arahan kepada Ketua PAC terpilih agar mampu dan siap memajukan organisasi Pemuda Pancasila khususnya di Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.

“Ketua PAC Cengkareng terpilih agar mampu dan siap memajukan roda organisasi Pemuda Pancasila khususnya di Kecamatan Cengkareng,” ungkap hendra.

Pelantikan PAC Cengkareng Jakbar menjadi barometer berjalan secara hikmat dan sukses dalam acara pelantikan PAC di Jakarta Barat.

H Iwan Marsuid sebagai Ketua PAC Cengkareng terpilih menggungkapkan kepada media “Kami akan lebih solid kedepannya dari tingkat PAC yang saya pimpin maupun ranting-ranting yang dalam naungan saya,” tegas iwan.


Sambung iwan, “Usai acara ini saya akan membangun pormasi yang lebih kompak dari tingkat PAC dan ranting agar tercipta satu komando dibawah kepemimpinan saya untuk roda organisasi Pemuda Pancasila khususnya di PAC Cengkareng,” ungkapnya.

Di masa tiga tahun kedepan kepemimpinan saya berharap agar struktur PAC Cengkareng dan ranting-ranting mampu berkordinasi dengan PAC sekecil apapun info, jangan sampai miskomunikasi antara PAC dan ranting yang dapat memecahkan organisasi pemuda pancasila khususnya di PAC Cengkareng. Harapnya. (And-Lal)

Kapolres Humbahas dan Kapolsek Doloksanggul-Sumut Adakan Kegiatan Sosial

Humbahas, BP -- Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Kapolsek Doloksanggul Sumatera Utara adakan kegiatan sosial dalam bentuk bansos, melalui Kapolsek Doloksanggul AKP LB Sihombing, SH kepada Keluarga Pelajar dan Mahasiswa di Desa Sosorgonting sebanyak 10 Paket.

Dari 10 paket bantuan yang diberikan masing-masing berupa sembako antara lain:
a. Beras sebanyak 5kg
b. Minyak goreng sebanyak 1kg
c. Mie instan sebanyak 5 bungkus
d. Gula pasir sebanyak 1kg

Disamping memberikan bantuan sosial kepada keluarga pelajar dan mahsiswa Kapolsek Doloksanggul menyampaikan pesan dan arahan kepada masyarakat agar tetap wapada terhadap kendaraan ataupun orang yang tak dikenal masuk ke dalam desa, dan masyarakat agar membuat kandang ternak dekat dari rumahnya masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya pencurian hewan ternak.

"Agar masyarakat tetap waspada terhadap kendaraan ataupun orang yang masuk ke Desa dan membuat kandang ternak dekat dari rumah untuk mengantisipasi terjadinya pencurian ternak kerbau," ujar Kapolsek.

Sambung Kapolsek, Agar masyarakat turut serta menyukseskan Pileg dan Pilpres di Thn 2019 yang aman dan damai, Supaya masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres Thn. 2019 (Tidak Golput), serta agar masyarakat tetap menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Desanya. tegas Kapolsek.

Bukan hanya bansos, Kapolres jug memberikan santunan kepada keluarga alm Martin sinambela/ Raunan BR Silaban, adapun tujuan dari kegiatan bansos yang dilakukan kapolres adalah untuk lebih menjaga kamtibmas serta agar masyarakat lebih nyaman. (Tata-Red)

Polres Pamekasan Diminta Tangkap Pelaku Penganiaya Wartawan Safi’e

Pamekasan, BP -- Pemimpin Redaksi media online indikasinews.com, meminta Polres Pamekasan segera menangkap pelaku penganiaya Safi’e wartawan yang sedang meliput kasus dugaan pengelapan satu unit mobil oleh terduga Sugera (50) , 10 Desember 2018.

“Pihak Pores Pamekasan harus segera menangkap pelakunya sehingga motif penganiayaan ini menjadi jelas,” ujar Pemimpin Redaksi Robiansyah.

Selain itu, polisi diminta memberi perlindungan memadai bagi Safi’e. “Kalau aparat setempat tidak bisa melindungi Safe’i, Redaksi indikasinews.com akan meminta Safi’e mendapatkan fasilitas perlindungan dari LPSK (lembaga perlindungan saksi dan korban,” sambungnya.

Safi’e, dianiaya di depan kantor Polres Pamekasan, Pekanbaru. Saat itu, Safi’e keluar dari kantor Polres Pamekasan tujuannya untuk mengambil sepeda motornya usai melakukan peliputan, selanjutnya Safi’e dipanggil oleh Sugera untuk masuk ke dalam mobil, namun Safi’e menolak untuk masuk kemudian Safi’e dianiaya hingga mengalami luka robek yang cukup serius.

Kasus penganiayan terhadap wartawan Safi’e yang dilakukan oleh Sugera sudah dilaporkan ke Polres Pamekasan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/292/XII/2018/JATIM/RES PMK, Tgl 10 Desember 2018.

Tanda bukti lapor Safi'e di Polres Pamekasan

Robiansyah sangat berharap kepada Polres Pamekasan agar pelaku penganiaya Safi’e segera ditangkap sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

“Ya, saya (Robiansyah-red) sangat-sangat berharap Polres Pamekasan yang mana suatu pranata umum sipil yang menjaga ketertiban, keamanan dan penegakan hukum diseluruh wilayah NKRI untuk segera menangkap pelaku penganiayaan anggota saya,” tegasnya. (BIE-Red)

Generasi Milenial Kompeten di Sektor Kreatif Digital Sambut Industri 4.0

Denpasar, BP — Masuknya era revolusi industri 4.0 menjadi momen penting bagi Indonesia dalam memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu diperlukan upaya pengembangan transformasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Industri 4.0 mendorong pemerintah melakukan empowering human talents. Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi pembicara pada acara Creative Industries Movement di Denpasar, Sabtu (1/12).

Menperin menilai, generasi milenial sangat berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Artinya, sebanyak 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital.

“Dari pengalaman negara lain, seperti China, Jepang, Singapura dan Thailand, ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonominya tinggi. Maka itu, Indonesia perlu mengambil momentum masa keemasan tersebut dengan terus membangun semangat optimisme,” paparnya.

Guna menyiapkan generasi milenial Indonesia yang mampu menghadapi era industri 4.0, Kemenperin telah memfasilitasi melalui beberapa inkubator yang dimiliki untuk menumbuhkan para pelaku industri kreatif. Sebab, sektor-sektor industri kreatif mampu memberikan kontribusi yang signfikan bagi ekonomi nasional. “Untuk itu, kita terus mengembangkan pusat startup kreatif,” tegas Airlangga.

Hingga kini, Kemenperintelah membangun gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup) di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center (BCIC), Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam. “Tempat ini bisa menjadi inspirasi dan aspirasi menumbuhkan wirausaha industri baru,” imbuhnya.

Di Bandung Techno Park dan BCIC misalnya, Kemenperin punya beberapa program kekinian, antara lain pelatihan bagi calon pemimpin perusahaan yang menggunakan basis industri 4.0 seperti analisis big data dan internet of things. Selain itu menyediakan ruang inkubasi karya yang telah dihasilkan.

“Di BCIC sudah ada beberapa alumni yang menjadi pelaku industri kreatif andal di bidangnya, seperti Studio 70. Selain itu, difasilitasi juga untuk menciptakan produk kreatif yang mengangkat kearifan lokal, seperti membuat gamelan,” tuturnya. BCIC atau TohpaTI center ditujukan untuk menjadi wadah yang produktif dalam mencetakSDM kreatifdi bidang multimedia, animasi, kriya dan barang seni.

Di hadapan 600 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa dan pelaku industri kreatif, Menperin pun menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja.“Kami mengajak pegiat industri kreatif untuk memanfaatkan betul fasilitas di BCIC. Silakan manfaatkan pelatihan, co-working space ataupun inkubator bisnis, tanpa perlu membayar sama sekali,” tandasnya.

Menperin menambahkan, pihaknya juga mendorong kepada pihak swasta untuk membangun inkubasi startup era digital. “Contohnya di Nongsa Batam, kemudian di BSD Serpong juga ada Apple Academy yang menjadi pusat startup dan inovasi pengembangan teknologi digital,” terangnya. Bahkan, pendiri Ali Baba Group akan membangun Jack Ma Institute of Entrepreneur di Indonesia.

Airlangga mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkannilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025. “Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja yang tidak buta terhadap teknoogi digital. Dan, inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang, sehingga bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita,” ujarnya.

Apalagi, pemerintah menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dollar AS. “Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, peningkatan produktivitas pada era ekonomi digital juga difokuskan pada kemudahan access to market sektor IKM. Oleh karena itu, program e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin, menjadiplatform e-commerce untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Go-Jek Indonesia.

“Saat ini, sudah ada sebanyak 4.925 pelaku IKM yang turut menjual produknya lewat digital platform tersebut. Kami terus gencar mendorong para pelaku IKM untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menembus pasar ekspor. Sebab, IKM yang kuat akan menopang perekonomian bangsa,” ucapnya. (Humkemenperin-Red)